Korban Lumpur Blokir Jalan Hingga Pemerintah Beri Uang Tunai
Senin, 12 Mar 2007 10:59 WIB
Sidoarjo -
Ratusan warga Perumahan Tanggulangin Anggun Sejahtera (TAS) masih memblokir jalan dan rel KA hingga pukul 10.50 WIB, Senin (12/3/2007). Mereka mengancam akan memblokir jalan dan rel hingga pemerintah memutuskan untuk memberikan ganti rugi mereka secara cash and carry. Para warga Perum TAS ini memblokir jalan karena menolak keputusan pemerintah yang akan memberikan ganti rugi kepada mereka dengan 'relokasi plus.' Keputusan pemerintah ini tidak sesuai yang mereka harapkan, karena mereka meminta Lapindo membeli rumah dan tanah mereka secara tunai. Perum TAS merupakan salah satu korban lumpur Lapindo. Namun, perumahan ini tidak masuk dalam peta yang dibuat Timnas Penanggulangan Lumpur sebagai korban lumpur yang akan dibeli secara tunai. Warga sudah melakukan protes terhadap hal ini, namun tidak pernah diindahkan. Imam, kordinator aksi warga Perum TAS mengancam akan terus menduduki Jl Raya Siring dan memblokir rel KA sampai pemerintah mengubah keputusan pemberian ganti rugi terhadap mereka. "Kami tidak mau relokasi plus. Yang kami mau hanya cash and carry," kata Imam di sela-sela bernegosiasi dengan polisi. Hingga saat ini, negosiasi warga dengan polisi masih berlangsung. Situasi sempat memanas saat polisi berniat membubarkan aksi mereka. Polisi menilai massa telah mengganggu ketertiban umum, karena jalan raya dan lalu lintas KA terganggu.
(asy/nrl)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































