RI & Australia Kerjasama Selidiki Terbakarnya Pesawat Garuda
Rabu, 07 Mar 2007 18:03 WIB
Yogyakarta - Pemerintah Indonesia akan bekerja sama dengan pemerintah Australia untuk melakukan investigasi terhadap penyebab terbakarnya pesawat Garuda Boeing 737-400 dengan nomor penerbangan GA 200. Namun begitu, kewenangan penyelidikan akan tetap berada di Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT)."KNKT menangani evaluasi dan penyelidikan. Kita sudah bicara dengan Dubes Australia untuk kerja sama investigasi," kata Hatta dalam jumpa pers bersama di Gedung Pratimosono, Kepatihan, Yogyakarta, Rabu (7/3/2007). Dalam jumpa pers itu hadir Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X, Dirjen Perhubungan Udara M Iksan Tatang, Dirut Garuda Emirsyah Satar, Komisi V DPR dan Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).Hatta mengatakan, kerjasama dengan Australia sudah lazim dilakukan oleh pemerintah Indonesia. "Kerja sama dengan Australia lazim dilakukan seperti halnya kegiatan SAR," ujarnya. Politikus PAN ini juga mengatakan, kerja sama seperi ini juga sudah dilakukan dengan negara lain, seperti Amerika Serikat dan Hong Kong. "Dengan Australia kita juga sering kerja sama dalam dunia perhubungan," tukasnya.Hatta mengaku tidak mau berspekulasi mengenai musibah terbakarnya pesawat ini. Begitu juga soal polemik adanya dugaan tindak pidana terorisme. "Tidak perlu berspekulasi. Pemerintah akan menunggu hasil KNKT. Kalau KNKT selesai baru nanti akan dilaporkan," ujar Hatta.
(mar/nrl)











































