Republik Mimpi Terancam Disomasi Menkominfo Sofyan Djalil
Kamis, 01 Mar 2007 16:57 WIB
Jakarta - Parodi politik yang dikemas dalam acara news dot com telah mendapat tempat di hati pemirsa televisi. Namun acara yang mengusung 'negara' Republik Mimpi yang disiarkan Metro TV itu terancam mendapat somasi."Pendidikan politik seperti itu tidak benar, tapi saya tidak bisa melarang. Saya kan mempelajari, jika memungkinkan, kita akan melayangkan somasi," kata Menkominfo Sofyan Djalil.Hal itu disampaikan Sofyan di sela-sela pembahasan RUU Informasi dan Teknologi bersama Komisi I DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (1/3/2007).Menteri asal Aceh ini mengatakan di Indonesia jabatan presiden tidak hanya memiliki fungsi sebagai otoritas tertinggi. Namun posisi presiden juga merupakan figur dan simbol kebanggaan bangsa, karena itu tidak selayaknya diolok-olok."Kalau presiden didelegitimasi, diolok-olok, mau dibawa ke mana negara kita," tambah pria berkumis ini.Menurut Sofyan, pencetus Republik Mimpi Effendi Gazali seharusnya membuat tayangan yang lebih mendidik."Seharusnya menghargai otoritas yang ada bukan malah membuat sesuatu yang merusak. Karena kelembagaan presidan tetap harus dihormati. Ini menjadi suatu damage bagi masyarakat," imbuhnya.Dia menilai, secara filosofis, tayangan tersebut sangat buruk bagi masayarakat. "Masyarakat kita tidak seedukatif itu untuk bisa menerima tayangan seperti itu," tandas Sofyan.
(nvt/sss)











































