KA JK Lewat, KA Lain Mengalah
Rabu, 28 Feb 2007 14:02 WIB
Kroya - Memang repot jika pejabat negara lewat. Semua kendaraan harus mengalah. Seperti saat Wapres Jusuf Kalla (JK) menumpang kereta api (KA) dari Jakarta ke Yogyakarta, KA lainnya mesti rela memberi jalan.KA yang dipakai oleh JK adalah KA yang biasa dipakai oleh rombongan kepresidenan. Namanya Kereta Luar Biasa (KLB) Bali yang bercat abu-abu. KA ini terdiri dari 7 gerbong. Isinya, sejumlah menteri, Wapres dan pengawalnya, kru PT KA dan juga wartawan.Rombongan JK berangkat dari Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, pukul 07.00 WIB, Rabu (28/2/2007). Turut bersamanya adalah Menteri Perindustrian Fahmi Idris, Menhub Hatta Rajasa, Menteri PU Djoko Kirmanto, Menristek Kusmayanto Kadiman, Kkepala Bappenas Paskah Suzetta dan Menneg BUMN Sugiharto.Salah satu gerbong KA disulap menjadi ruang rapat. Gerbong itu diberi nama Nusantara. Di sinilah Wapres nantinya akan menggelar rapat dengan para menteri tentang penyelesaian pembangunan sarana transportasi seperti bandara, pelabuhan, dan kereta api.KLB Bali mendapat perlakuan istimewa. Semua KA komersial yang telah berangkat lebih dulu, harus rela berhenti beberapa waktu untuk memberi jalan KLB Bali. Ketika KLB Bali lewat, maka KA komersial tersebut baru melanjutkan perjalanan. Di setiap perlintasan KA, terdapat polisi dan tentara yang berjaga. Demikian juga di titik-titik tertentu sepanjang rel KA.Pukul 13.50 WIB, rombongan JK berada di Stasiun Kroya untuk meninjau proyek double-double track (DDT). JK menumpang KA mini setelah turun dari KLB Bali.
(nrl/mly)











































