Selamat karena Salah Informasi

Levina Karam

Selamat karena Salah Informasi

- detikNews
Senin, 26 Feb 2007 14:58 WIB
Jakarta - Salah informasi jelas merusak segalanya. Tapi salah informasi yang ini justru ditanggapi dengan syukur.Salah informasi ini menimpa sejumlah wartawan yang tengah meliput penarikan bangkai KM Levina I pada Minggu 25 Februari 2007 kemarin.Jika mereka tidak salah informasi, besar kemungkinan mereka turut menjadi korban karamnya Levina. Dan jumlah korban dari kalangan wartawan pun bisa jadi jauh lebih banyak lagi.Pukul 10.00 WIB, reporter detikcom bersama sejumlah rekan wartawan Sindo Sore, Global TV, TPI dan Radio Sonora, tengah meliput proses evakuasi korban Levina di Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.Sejam kemudian, rombongan kecil wartawan ini mendapat informasi bahwa wartawan diizinkan turut serta naik ke bangkai Levina bersama dengan penyidik Puslabfor Polri dan KNKT. Jelas ini tawaran langka yang tak boleh dilewatkan. detikcom dkk berhasrat sekali untuk turut serta melihat bangkai kapal berusia 27 tahun yang telah hangus itu.Informasi yang berkembang, rombongan akan berangkat ke kapal tersebut dari terminal penumpang. Karena itulah detikcom dkk langsung stand by di terminal penumpang.Tunggu punya tunggu, ternyata tim yang hendak menyelidiki Levina tidak juga datang. Dua jam telah berlalu. Wartawan mulai pegal-pegal. Wartawan Sindo Sore bahkan akhirnya pamit.Setelah konfirmasi sana konfirmasi sini, diketahuilah bahwa kapal KNKT dan Puslabfor Polri telah berangkat. Kapal tidak mampir ke terminal penumpang, sebagaimana informasi yang didapat detikcom dkk. Kapal yang dinanti berangkat dari markas Polisi Air (Polair) di Pondok Dayung, 3 km dari terminal penumpang.Yah, jelas sekali rombongan wartawan yang menunggu di terminal penumpang kecewa berat.Hingga beberapa menit kemudian terdengar berita mengejutkan bahwa Levina karam tanpa disangka dan nyaris semua rombongan penyidik dan wartawan jatuh ke laut. Bahkan kameramen Lativi meninggal dunia dan 3 lainnya -- seorang kameramen SCTV dan dua petugas Labfor -- hingga kini masih hilang.Memang, untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. (nrl/sss)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads