Perubahan Batas Singapura Tidak Pengaruhi Pengamanan RI
Jumat, 23 Feb 2007 15:44 WIB
Jakarta -
Berubahnya perbatasan Singapura menjadi 12 kilometer tidak mengubah sikap TNI dalam pengamanan laut. TNI tetap berpedoman pada batas awal."Kalau perbatasan itu, kita masih tetap berpegang pada batas yang lama. Kita ikut sikap Deplu yang konsern soal itu. Selama ini tidak ada pengaruh apa-apa dan gesekan di lapangan," kata Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto.Hal ini disampaikan Djoko usai mendampingi Panglima Angkatan Bersenjata Singapura Letjen Ng Yat Chung bertemu Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono di Departemen Pertahanan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.Menurut dia, perubahan perbatasan Singapura tersebut bukan wewenang TNI untuk membahasnya, melainkan kewenangan Deplu."Itu yang kita pegang karena otoritasnya ada di situ. Kalau menurut Menlu yang saya tangkap, itu tidak ada pengaruh dan sampai sekarang batasnya seperti awal. Kita ikuti saja statemen Menlu itu," ujarnya.Perubahan perbatasan itu, lanjut dia, tidak dibahas dalam pertemuan Panglima Angkatan Bersenjata Singapura dengan Menhan. Kedatangan tamu itu, untuk berpamitan karena Ng Yat Chung akan berhenti dari jabatannya."Itu perpisahan dan beliau mengucapkan terima kasih atas kerjasama selama ini, terutama di bidang military to military," cetus Djoko.
(aan/sss)










































