Korban Lapindo Kembali Blokir Bundaran Waru, Jalan Macet 5 Km
Jumat, 23 Feb 2007 10:47 WIB
Surabaya - Warga Perumahan Tanggulangin Anggun Sejahtera (Perumtas) yang menjadi korban lumpur Lapindo kembali memblokir Bundaran Waru Surabaya, Jawa Timur. Akibat aksi ini, arus lalu lintas di jalan yang merupakan akses keluar masuk Surabaya itu macet total.Aksi pemblokiran dilakukan warga Perumtas sekitar pukul 09.45 WIB, Jumat (23/2/2007). Warga memarkir sepeda motor mereka di tengah jalan Bundaran Waru. Perbuatan warga ini dalam sekejap membuat arus lalu lintas di tempat tersebut macet total. Menurut pantauan detikcom, arus lalu lintas dari arah Sidoarjo menuju Surabaya mecet sepanjang 5 km. Antrean kendaraan yang cukup panjang juga terlihat di ruas jalan yang menghubungkan Mojokerto-Surabaya.Aksi pemblokiran jalan ini dipicu pernyataan Gubernur Imam Utomo yang mengatakan, ganti rugi terhadap warga Perumtas akan diberikan Lapindo dalam bentuk resetlement. Warga menolak mentah-mentah tawaran tersebut. Mereka tetap menginginkan ganti rugi berupa uang tunai seperti yang dilakukan Lapindo terhadap warga Desa Siring, Renokenongo, dan Jatirejo.Dalam pertemuan yang diadakan di rumah dinas Gubernur Jatim Imam Utomo, Gubernur mempersilakan warga yang menolak menyampaikan aspirasinya langsung ke Jakarta. Warga diminta tidak lagi melakukan aksi pemblokiran jalan.Namun hingga pukul 10.25 WIB, imbauan Imam Utomo tidak digubris. Warga Perumtas yang terdiri dari pria dan wanita tetap melakukan aksi pemblokiran jalan. Warga berdiri di tengah jalan tanpa berbekal peralatan apa pun, seperti kayu dan bambu.Aksi warga Perumtas ini mendapat pengawalan yang cukup ketat. Ratusan personel kepolisian dari Polwiltabes Surabaya dan Polda Jatim bersenjata lengkap bersiaga di sekitar aksi unjuk rasa. Tiga unit water canon juga disiapkan untuk menghalau massa jika melakukan aksi brutal.
(djo/nrl)











































