Korban Puting Beliung di Yogya Sulit Beli Genting Model Lama
Kamis, 22 Feb 2007 12:39 WIB
Yogyakarta - Korban angin puting beliung di Yogyakarta kesulitan membeli genting. Sebab genting yang mereka pakai kebanyakan model lama dan sudah tidak ada di pasaran.Jika harus membeli genting model baru jenis genting pres soka harga lumayan mahal. Apalagi kalau harus mengganti seluruh genting rumah, dana yang harus dikeluarkan tentu sangat besar."Mana ada duit. Genting pres sekarang ini harganya mahal setelah gempa," kata Suharjo warga Danukusuman kepada detikcom, Kamis (22/2/2007).Para penjual genting juga seolah melakukan aksi ambil untung dari keadaan ini. Harga genting pres soka godean yang tadinya Rp 700, naik menjadi Rp 1000 per buah. Sedangkan harga genting pres model lama, dari Rp 400 naik menjadi Rp 600.Menurut Suharjo, hampir sebagian besar rumah warga di kampung Danukusuman danMengkusuman gentingnya pecah. Mereka yang menggunakan atap dari asbes dan seng, hilang diterbangkan angin puting beliung.Setiap rumah membutuh 50 hingga 700-an genting. Dan sebagian besar genting tanah liat yang dipakai adalah model lama. Genting tersebut sudah tidak ada lagi di pasaran. "Kalau cuma mengganti 10 genting saja mudah, warga masih ada yang menyimpan. Tapi kalau jumlahnya banyak, repot mencarinya," ujar Suharjo.Menurut Suharjo, genting rumahnya dibeli dari toko bahan bangunan di sebelah barat Jembatan Tungkak di Jl Sugiyono pada tahuan 1980-an. Namun ketika dia akan membeli genting itu pada Rabu (21/2/2007), pemilik toko mengatakan sudah tidak lagi menjual genting tersebut."Model genting Selarong itu sudah lama sekali tidak ada. Yang ada model pres soka," kata Suharjo menirukan jawaban penjual bahan bangunan itu.Suharjo dan dua anaknya, selama dua hari ini sibuk memperbaiki genting rumahnya yang rusak. Dia masih membutuhkan sekitar 300-an genting untuk mengganti genting bagian ruang tamu dan ruang tengah yang pecah."Kami ingin mencari genting yang cocok dengan model yang lama, tapi sudahcari kemana-mana tapi tidak ada lagi yang jual. Untuk sementara terpaksaatap yang tidak ada gentingnya ditutup dengan kain plastik," ujar Suharjo.Soal dana bantuan yang akan diberikan Pemkot Yogyakarta Suharjo mengaku belum tahu. Menurut Suharjo, sampai saat ini tidak ada petugas yang mendata kerusakan rumah yang dialaminya. Dengan demikian, pria ini juga tidak tahu apakah rumahnya mengalami kerusakan ringan, sedang atau berat.Sebelumnya Pemkot Yogyakarta berjanji akan memberikan bantuan kepada para korban angin puting beliung. Bantuan yang akan diberikan berkisar antara Rp 50 ribu hingga Rp 150 ribu, tergantung tingkat kerusakan yang dialami korban.
(bgs/djo)











































