BII Denpasar Diteror Ancaman Bom
Rabu, 21 Feb 2007 10:48 WIB
Denpasar - Kantor Bank Internasional Indonesia (BII) di Jalan Udayana, Denpasar kembali diancam bom. Terakhir kali bank ini mendapat ancaman pada 2006 dari suami yang dendam pada pegawai BII yang diduga berselingkuh dengan istrinya.Kali ini ancaman berawal saat petugas operator BII, Gusti Manik Ratih, menerima telepon pukul 08.25 Wita, Rabu (21/2/2007)."Segera kosongkan gedung, bom akan meledak pukul 09.00 Wita," ujar si penelepon gelap seperti dituturkan Area Business Manager BII Ketut Suartini.Ancaman direspons serius oleh pihak BII dengan menghubungi pihak Polda Bali. Sekitar 20 menit kemudian, tim Gegana, tim Densus 88, serta anjing pelacak datang dan segera melakukan penyisiran ke setiap sudut gedung.Ancaman bom itu sempat menimbulkan kepanikan pegawai dan nasabah. Namun setelah dilakukan penyisiran oleh aparat, tidak ditemukan benda mencurigakan. Pukul 10.00 Wita, tim dari Polda pergi meninggalkan lokasi.Perihal kronologi dan identitas penelepon gelap, Suartini tidak bersedia membeberkannya lebih lanjut."Mengenai kronologinya, silakan hubungi Polda, saya sudah melaporkan kejadian ini ke Polda," kelitnya.Akibat teror ini, kantor cabang BII lainnya di Denpasar juga dijaga ketat polisi. Kantor cabang BII di Jalan Sudirman dijaga 10 polisi. Setiap nasabah yang masuk kantor diperiksa ketat aparat.
(gah/sss)











































