Baru Renovasi Pasca Gempa, Eh... Dirusak Puting Beliung
Senin, 19 Feb 2007 13:09 WIB
Yogyakarta - Nasib malang seolah tak pernah mau beranjak dari Bakir (42), warga Kampung Mangku Kusuman, Yogyakarta. Rumahnya yang rusak akibat gempa, baru saja selesai dibangun, namun kembali porak-poranda akibat terjangan angin puting beliung.Bakir hanya bisa menatap nanar dan menerawang dengan wajah bingung ke arah bangunan yang menjadi tempat bernaung bagi dia dan keluarganya. Dia tidak tahu harus meminta bantuan kepada siapa.Saat gempa berkekuatan 5,9 skala Richter mengguncang Yogyakarta pada Mei 2006 lalu, rumah Bakir turut menjadi korban. Sebagian dinding rumahnya roboh. Belum lagi derita trauma yang dialami anak-anaknya. Sialnya lagi, Bakir dinyatakan tidak berhak mendapat bantuan rekonstruksi rumah."Sebab menurut survei yang dilakukan petugas, rumah saya rusaknya sedang. Padahal dinding rumah saya ada yang ambruk," tutur Bakir saat ditemui detikcom di depan rumahnya, Senin (19/2/2007).Bakir hanya bisa mengelus dada menerima kenyataan pahit itu. Akhirnya dengan modal sendiri, Bakir memperbaiki tempat tinggalnya secara bertahap.Namun belum lagi impian Bakir sekeluarga untuk tinggal di rumah yang layak terwujud, cobaan kembali datang. Akibat amukan angin puting beliung pada Minggu 18 Februari 2007, rumahnya kembali porak-poranda. Seluruh gentengnya beterbangan."Saya bingung harus minta bantuan sama siapa. Jangan-jangan nasib saya sama seperti gempa dulu, tidak mendapat bantuan apa-apa," ujar Bakir.Nasib serupa dialami Agung (32), warga Kampung Gunung Ketur. Agung baru selesai membangun rumahnya yang rusak akibat gempa. Namun kini, bangunan sederhana itu kembali tidak karuan bentuknya."Biaya perbaikan rumah akibat gempa kemarin Rp 2 juta, eh sekarang rusak lagi," ujar Agung.Menurut Agung, saat gempa mengguncang Yogyakarta, dirinya juga tidak mendapat bantuan rekonstruksi rumah dari pemerintah. Dia hanya menerima bantuan living cost Rp 90 ribu dan beberapa liter beras.Kini Agung dan Bakir hanya berharap, nasib mereka tak sekelam saat bencana gempa terjadi. Mereka sangat membutuhkan bantuan pemerintah untuk memperbaiki rumah.
(djo/sss)











































