Ribuan Anggota DPRD Satroni Gedung DPR, Pamdal Kelimpungan

Ribuan Anggota DPRD Satroni Gedung DPR, Pamdal Kelimpungan

- detikNews
Senin, 12 Feb 2007 11:07 WIB
Jakarta - 5 Polisi dan ratusan anggota Pengamanan Dalam (Pamdal) DPR dibuat kelimpungan pagi ini. Tanpa diduga ribuan anggota DPRD se-Indonesia menggeruduk gedung wakil rakyat. Mereka tidak menyangka akan didatangi ribuan orang. Karena janjinya cuma seratus orang. Rencananya perwakilan Asosiasi DPRD Kabupaten/Kota Seluruh Indonesia (Adeksi) itu akan bertemu dengan Ketua DPR Agung Laksono pukul 10.00 WIB, Senin (12/2/2007).DPR pun tidak mengerahkan pasukan keamanan dari luar, karena menganggap masih bisa diatasi pamdal.Namun, tanpa pemberitahuan, anggota DPRD yang datang jumlahnya ternyata mencapai ribuan. Agar berjalan tertib, pamdal dan polisi yang jumlahnya tidak seberapa itu mencoba menahan mereka agar tidak masuk ke dalam.Mereka ditahan di luar pagar depan gedung DPR. Namun pertahanan itu berhasil ditembus. Pamdal DPR pun membuat pagar betis. Lagi-lagi, kekuatan mereka tidak sebanding sehingga berhasil dilewati.Ribuan anggota DPRD yang tidak menggunakan seragam itu pun berhasil masuk ke ruang operation paripurna di gedung beratap hijau yang dijuluki gedung kura-kura.Di ruang ini, mereka sempat marah-marah dan berteriak-teriak tidak terima diperlakukan semena-mena."Kami tidak ingin diperlakukan seperti anjing. Kami datang ke sini baik-baik dengan kepala dingin," teriak anggota DPRD yang datang dari Toli-Toli, Kendari, Semarang, Riau dan sebagainya itu.Sekitar 10 menit kemudian, ulah mereka bisa ditenangkan. Mereka pun digiring ke ruang paripurna Nusantara I. Mereka diminta masuk ke ruangan sambil menunggu kedatangan Agung Laksono.Agung yang datang 20 menit kemudian, langsung diserbu. Sambil berteriak mereka menuntut DPR memperjuangkan PP 37/2006 tentang tunjangan insentif komunikasi anggota dewan."Kami ke sini untuk menuntut pemerintah konsisten memberlakukan PP 37/2006, PP 37 sudah jelas menjadi aturan pemerintah tapi mengapa dicabut kembali," kata anggota DPRD Kampar, Yulizar.Dia menambahkan, kedatangannya bersama rekan-rekan mereka bukan untuk berdemo, tapi untuk menyampaikan aspirasi."Kalau kami di Kampar tidak masalah, APBD Riau Rp 4,6 triliun, tapi daerah lain bagaimana," tegasnya.Hingga pukul 10.50 WIB, mereka masih melakukan pertemuan dengan Agung. (umi/nrl)


Berita Terkait