200 Balita Diare Sesaki RS Koja
Sabtu, 10 Feb 2007 14:32 WIB
Jakarta - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Koja, Jakarta Utara semakin dipenuhi ratusan balita yang terjangkit diare. Akibatnya, banyak balita yang terpaksa dirawat di koridor RS.RSUD Koja di Jalan Cicampea, Jakarta Utara, Sabtu (10/2/2007), tak mampu lagi memberikan tempat yang layak untuk para balita tersebut. Persediaan tempat tidur yang ada tidak mampu lagi menampung mereka.Bayi-bayi mungil itu terpaksa dirawat di ruang perawatan darurat, seperti selasar atau koridor RSUD Koja. Satu tempat tidur juga diisi oleh dua orang bayi. Botol-botol infus digantungkan di tambang yang dibentangkan di atas bed (kasur darurat).Menurut catatan yang ada di rumah sakit tersebut, hingga pukul 12.00 WIB, jumlah balita yang dirawat hampir 200 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 118 orang terserang diare dan 8 orang terkena DBD.Sedangkan puluhan lainnya masih menunggu hasil pemeriksaan. Saat ini mereka masih menempati ruang gawat darurat. Pihak RSUD Koja sendiri mengaku kewalahan dengan kedatangan ratusan pasien balita ini. Untuk meminimalisir keadaan, mereka telah meminta bantuan tenaga medis ke RSPAD Gatot Soebroto dan RS Islam Jakarta."Bagaimana lagi tempat tidurnya sudah habis. Jadi terpaksa kita taruh di lorong. Kedinginan sih, tapi kondisinya memang begini," kata Kepala Bidang Perawatan RSUD Koja, Udur Hermina.Udur menambahkan, pihaknya saat ini sudah mendapatkan bantuan tenaga medis yakni 67 perawat, 3 analis, dan 3 dokter. Mereka bekerja selama 24 jam yang terbagi dalam 3 shift.Orang tua para balita tidak mempersoalkan kondisi darurat di RSUD Koja tersebut. Bagi mereka, yang penting anak-anak balita itu bisa segera mendapatkan perawatan medis."Ya terima saja, orang keadaannya memang seperti ini. Yang penting anak saya bisa ditolong," ujar Ny Mujasih (21), warga RT 6 RW 12 Kelurahan Koja, Jakarta Utara, sambil mengipasi Amilia (2), anaknya.Merebaknya diare di kawasan Jakarta Utara terjadi setelah banjir menerpa kawasan tersebut. Kurangnya sarana air bersih yang memadai dan kondisi lingkungan yang kotor setelah banjir turut mempercepat mewabahnya banjir.
(djo/qom)











































