Dampak Banjir, Harga Lilin Meroket
Senin, 05 Feb 2007 15:33 WIB
Jakarta - Banjir menyebabkan banyak rumah terkena pemadaman listrik. Karena permintaan tinggi, harga lilin pun meroket tajam.Dari pantauan detikcom Senin (5/2/2007), satu kotak lilin berisi 10 batang yang biasa dijual Rp 3.000 naik drastis menjadi Rp 8.000. Selain mahal, jumlah lilin yang diperjualbelikan juga sangat terbatas.Menurut seorang pedagang di kawasan Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur, sejak Jumat lalu stok lilin di tokonya sudah ludes. Dia mengaku tidak berani kulakan karena harganya sangat mahal."Kalau belinya saja Rp 8 ribu terus mau dijual berapa," keluhnya.Sementara itu Tedi Setiawan, warga Warung Nangka, mengaku susah mendapatkan lilin. "Kalau ada, meski mahal sih tidak apa-apa. Sekarang sudah mahal, barangnya juga jarang," kata Tedi.Untuk menyiasati kekurangan lilin, Tedi cukup kreatif. Dengan berbekal tutup botol, sumbu dan minyak tanah, dia membuat lampu sentir."Tutupnya dilubangi dan dimasuki sumbu. Bisa buat penerangan," katanya.Hingga saat ini, listrik di Pulo Gebang masih mati. Jika malam datang, kawasan itu gelap gulita.
(ken/nrl)











































