Listrik Padam, Main Kartu & Ngerumpi di Bawah Sinar Rembulan
Jumat, 02 Feb 2007 23:19 WIB
Jakarta -
Bagaimana tidak jengkel. Sudah kebanjiran, mati listrik pula. Sebagian warga Jakarta pun menikmati malam dengan sinar bulan purnama dan lilin."Kesal deh, jadi nggak bisa bersih-bersih kan. Padahal baju basah semua. Rumah bau lumpur dan kotor hingga dinding dan perabotan. Aku sakit diare jadinya," cerocos Diyan kepada detikcom.Warga perumahan di Jl Bangka, Mampang, Jakarta Selatan ini mengaku belum bisa tidur meski sudah larut malam pukul 23.00 WIB, Jumat (2/2/2007).Untuk mengusir rasa kesal, Diyan pun berkumpul bersama puluhan warga lainnya di luar rumah. "Pada main kartu, ngerumpi, yah pokoknya menghilangkan jenuhlah," ujarnya.Listrik padam sejak Jumat dinihari pukul 00.20 WIB dan belum menyala sama sekali hingga kini. "Yang bikin sebal, tidak ada pemberitahuan dari PLN tentang pemadaman listrik. Sudah begitu, tidak ada pengumuman juga kapan bisa nyalanya," kata Yudi yang ikutan meronda bersama warga.Sementara banjir masih mengepung kawasan perumahan ini dengan ketinggian air sepinggang orang dewasa di Pondok Jaya dan sebetis di Kemang. Banjir sempat masuk perumahan hingga selutut namun sudah surut. Sementara banjir di Tendean, persisnya di kantor pos, sudah sepaha.Sebelumnya General Manager Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (P3B) PLN Muldjo Adji menyatakan pihaknya terpaksa mematikan dua gardunya, yakni di Pulogadung dan Penggilingan untuk menghindari dampak merugikan akibat banjir.
(sss/fay)










































