Warga Kesulitan Evakuasi Truk Yang Tertimbun Pasir Merapi
Kamis, 01 Feb 2007 16:32 WIB
Yogyakarta - Warga dan penambang pasir di Kali Woro, Balerante Kecamatan Kemalang Klaten, Jawa Tengah, belum berhasil mengevakuasi truk pasir yang tertimbun lahar Merapi. Hal itu karena sulitnya medan dan banyak material Merapi yang memenuhi Kali Woro.Salah seorang saksi mata, Tugino (40) warga Desa Sidorejo, Kemalang kepada detikcom, Kamis (1/2/2007) menuturkan saat terjadi banjir aliran lahar, beberapa orang sopir truk dan penambang pasir sudah berusaha melarikan diri menuju cekdam 1 Balerante. Truk-truk yang sedang mengisi pasir di tengah sungai, ada yang langsung lari setelah mengurangi beban muatan. Kendaraan besar itu saling berpacu menuju pinggir sungai untuk menghindari terjangan aliran lahar.Namun sial, sebuah truk pasir milik warga Desa Palar, Kecamatan Trucuk gagal meloloskan diri. Truk yang disopiri oleh Yono itu terjebak lahar dingin yang datang dengan cepat. "Pak Yono dan kernet langsung turun dan berhasil menyelamatkandiri," kata Tugino.Dalam waktu singkat truk tersebut terbenam dan hanya kelihatan bagian atasnya saja. Bak truk berwarna kuning itu hanya kelihatan bagian atas sekitar 30-an cm saja. "Dalam waktu 20 menit truk langsung terkubur. Lahar yang turun ke Kali Woro sangat tinggi sekitar 1,5 meter dan deras sekali," tutur Tugino.Tugino menambahkan, pengerukan tanah di kanan kiri truk yang tertimbun sudah dilakukan sejak pagi. Namun badan truk tersebut masih belum berhasil dievakuasi. Hal ini disebabkan tanah di lokasi kejadian masih labil dan mudah amblas. Jalan setepak di tengah sungai yang biasanya dilalui kendaraan juga hilang."Kalau terpaksa tidak bisa ditarik secara utuh terpaksa bak truk akan dipreteli dulu. Sekarang baru diupayakan untuk dikeruk dengan alat back hoe biar cepat terangkat," tutur Tugino. Pihak Muspika Kemalang, terus melakukan patroli di beberapa tempat penambanga pasir di Kali Woro. Sebab lubang-lubang bekas galian sudah dipenuhi pasir sehingga bila turun hujan lagi, lahar akan kembali mengalir lebih cepat. "Bila cuaca di atas mendung tebal, para penambang dan truk pasir diminta tidak meneruskan kegiatan dan segera naik ke atas tebing,"bkata Basuki, salah seorang anggota Polsek Kemalang.
(bgs/djo)











































