Muktamar VI PPP
Politik Uang Minimal US$ 1.000
Rabu, 31 Jan 2007 15:46 WIB
Jakarta - Praktek money politics alias politik uang di muktamar VI PPP bukan basa-basi. Peserta muktamar diiming-imingi uang minimal US$ 1.000. Selain itu, mereka juga ditawari fasilitas hotel mewah. Yang mengejutkan, ada satu peserta yang mendapat tiga hotel. Adalah Sekretaris DPW PPP Sulawesi Selatan (Sulsel) Saifullah Tamliha yang berani blak-blakan mengenai politik uang yang dilakukan para kandidat ketua umum. Tapi, meski membeberkan data ini, Saifullah benar-benar tidak mau menyebutkan siapa kandidat ketua umum yang menghalalkan praktek politik uang itu. "Itu benar. Saya ditawari. Kisarannya minimal 1.000 dolar, uang transportlah. Tapi, saya tidak bisa menyebutkan, karena nanti saya bisa dituntut," kata Saifullah kepada detikcom di sela-sela mendengarkan laporan pertanggungjawaban (LPJ) DPP PPP di arena muktamar PPP, Mercure Hotel, Ancol, Jakarta Utara, Rabu (31/1/2007). Pria berkacamata ini juga mengaku beberapa temannya juga ditawari hal yang sama oleh sejumlah kandidat. Bahkan, tidak hanya uang, tapi juga fasilitas hotel. "Selain itu, tawarannya juga disediakan hotel. Jadi, nggak mungkin orang yang punya hak suara tidak bertempat di hotel," ujar dia. Bahkan, kata dia, ada satu peserta muktamar yang mendapat tiga hotel sekaligus. Saat ditanya apakah dirinya menerima tawaran yang mampir kepada dirinya, Saifullah menjawab diplomatis, "Tawaran ada, tapi kita masih bisa menjaga jarak. Makanya, saya tinggal di Mercure." Mercure Hotel merupakan tempat menginap resmi para peserta muktamar yang disediakan panitia muktamar.
(asy/nrl)











































