Cegah Flu Burung, Bengkalis Larang Perdagangan Ayam

Cegah Flu Burung, Bengkalis Larang Perdagangan Ayam

- detikNews
Selasa, 30 Jan 2007 15:27 WIB
Pekanbaru - Pemerintah Kabupaten Bengkalis, Riau, mengeluarkan instruksi yang melarang perdagangan ayam. Langkah ini diambil untuk mencegah penyebaran flu burung.Hal tersebut disampaikan Kepala Bagian Humas Pemkab Bengkalis, Johansah Sahfri saat dihubungi detikcom, Selasa (30/01/2007)."Bupati sudah mengintruksikan kepada Dinas Industri dan Perdagangan untuk melarang perdagangan ayam di Bengkalis. Intruksi itu berlaku sejak 29 Januari 2007. Batas waktu pelarangan ini sampai batas waktu yang tidak ditentukan," kata Johansyah. Diakui Johansyah, awalnya intruksi ini memang menimbulkan pro dan kontra di masyarakat, khususnya para pedagang ayam. Namun demikian, pemkab Bengkalis tetap melakukan sosialisasi instruksi ini. "Kini para pedagang ayam memahami akan intruksi itu. Kita berharap, dalam dua tiga hari ini sudah tidak ditemukan lagi adanya pedagang ayam di pasar. Pelarangan itu demi keselamatan masyarakat secara luas," ungkap Johansyah. Sampai hari ini, di sejumlah pasar memang masih banyak terdapat pegadang ayam yang menjajakan dagangannya. Namun hal itu dilakukan hanya untuk menghabiskan stok yang masih ada. "Para pedagang berjanji setelah stok ayam mereka habis, tidak akan menambah pasokan lagi dari luar. Pedagang telah sepakat mereka akan menghentikan dagangan ayamnya sampai benar-benar kasus flu burung bisa diatasi secara nasional," terang Johansyah. Pemkab Bengkalis sendiri sudah melarang masuknya perdagangan ayam dari luar Bengkalis. Selama ini kebutuhan ayam di Bengkalis sebagian besar di datangkan dari Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Malaysia . Pemkab Bengkalis juga mengeluarkan instruksi agar seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) tidak memelihara unggas di areal pemukiman. Bukan hanya ayam saja, tetapi juga burung, itik, angsa dan aneka unggas lainnya. (cha/djo)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads