Profesor Wasito: Lalat Berpotensi Menyebarkan Virus Flu Burung
Selasa, 30 Jan 2007 12:20 WIB
Solo - Ini pendapat baru. Pemusnahan unggas untuk mencegah flu burung dianggap tidak efektif. Sebab lalat berpotensi menyebarkan virus mematikan itu. Di tubuh lalat mengandung H5N1 (nama virus) yang menyebabkan flu burung (AI).Yang punya pendapat itu bukan orang sembarangan. Ia adalah Guru besar Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gajahmada Yogyakarta, Prof Dr Wasito. Wasito juga pernah menjadi Dirjen Peternakan."Dari penelitian yang dilakukannya diketahui lalat berpotensi sebagai penyebar virus mematikan itu," kata Wasito. Wasito mengemukakan pendapatnya itu kepada wartawan di sela-sela mengikuti kampanye makan daging ayam dan telor di Pendopo Balaikota Surakarta, Selasa (30/1/2007) siang. Menurut Wasito, dari penelitiannya, pada lalat terdapat virus H5N1 di lapisan tubuh terluar, dalam tubuh, saluran pencernaan, otot daging maupun di bagian saluran reproduksi serta di sel telur dan dapat diturunkan hingga 25 generasi. Dengan hasil penelitian itu, maka bisa saja jika dua hingga tiga tahun lalu terjadi wabah flu burung di suatu daerah lalu pada tahun 2005 hingga 2006 aman dan sekarang terjadi wabah lagi di daerah tersebut, itu disebabkan oleh lalat sebagai hewan penyebarnya masih hidup. "Suatu daerah tidak bisa dinyatakan bebas flu burung hanya dengan mengambil hasil penelitian selama enam bulan terakhir tidak ditemukan virus H5N1, karena lalat-lalat di daerah itu belum diberantas tuntas. Pemberatasan wabah flu burung harus dilakukan dengan anti-virus flu burung dan anti-lalat," ujar Wasito. Dengan penelitian itu, Wasito berpendapat, pencegahan wabah flu burung dengan pemusnahan unggas sama sekali tidak efektif, kecuali jika unggas tersebut benar-benar telah sakit karena terjangkit virus H5N1. Pemusnahan unggas sakit itupun harus dilakukan dengan cara-cara yang lebih aman dan beradab. Pemusnahan unggas terjangkit virus H5N1 sebaiknya dengan menyuntikkan CO2 lalu ditempatkan di tempat khusus pemusnahan hewan. "Jangan dipotong lehernya karena di dalam darahnya juga terdapat virus H5N1 yang masih bisa menyebar kemana-nama. Jangan juga dibakar karena itu terkesan kita ini bangsa yang tidak beradab," kata Wasito.
(ana/asy)











































