Peternak Minta Pemerintah Genjot Kampanye Makan Ayam
Selasa, 30 Jan 2007 12:19 WIB
Jakarta - Peternak ayam merasa dihakimi virus flu burung. Permintaan ayam sempat turun hingga 60 persen. Pemerintah pun diminta turun tangan. Kampanye makan ayam jadi obat."Sekarang ini lihat ayam mati saja bisa flu burung, padahal belum tentu. Sekarang ini kita dihakimi tetapi tidak membela diri. Demand menurun 10-60 persen dalam 2 minggu," papar Ketua Pusat Informasi Pasar (PINSAR) Unggas Nasional drh Hartono.Menurut Hartono, bisnis mereka bisa pulih kembali jika pemerintah mengkampanyekan makan ayam terus menerus. "Kalau pemerintah melakukan kampanye, demand kita pulih kembali ke angka 80 persen," kata Hartono di acara Rembug Nasional Peternak Ayam Komersial di Hotel Menara Peninsula, Jalan Letjen S Parman, Jakarta Barat, Selasa (30/1/2007)."Kita harus memberitahu pada masyarakat dan pemerintah serta DPR bahwa kita mampu dan sudah memproduksi ayam bebas flu burung," ujarnya.Dalam kesempatan itu, Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nusantara (GOPAN) bersama dengan Pusat Informasi Pasar (PINSAR) Unggas Nasional mengeluarkan pernyataan sikap yang terdiri dari 7 poin. Pertama, mendukung segala upaya nasional dalam pemberantasa virus AI (flu burung) dengan cara memusnahkan unggas yang terjangkit atau tersangka terjangkit.Kedua, pemerintah harus mendorong masyarakat untuk berusaha semaksimal mungkin melindungi ternak unggas yang sehat dengan cara pemeliharaan yang baik dan benar sehingga unggas peliharaannya tidak terjangkit flu burung.Ketiga, pemerintah harus mencegah terjangkitnya penyakit menular lainnya di dalam negeri akibat terkontaminasi dari ternak dan atau produknya yang berasal dari luar negeri.Keempat, pemerintah wajib dan harus berupaya untuk mempertahankan kemandirian, penyediaan pangan berprotein atau unggas sebagai pencerdas bangsa.Kelima, pemerintah diminta mengatur dan memperbaiki sistem produksi unggas di usaha peternakan ayam serta memperbaiki tata laksana pemasaran ayam dan atau produknya secara menyeluruh yang berorientasi pada penyediaan daging yang higienis.Keenam, untuk meningkatkan konsumsi di masyarakat, pemerintah terus melakukan kampanye memakan produk unggas karena nutrisinya tinggi dan harganya terjangkau di masyakarat.Ketujuh, dengan melakukan tindakan tersebut, pemerintah telah bertindak memuliakan kehidupan ternak unggas untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan Bangsa Indonesia.
(aan/nrl)











































