Jelang Muktamar PPP
Suryadharma Tak Perlu Izin SBY
Senin, 29 Jan 2007 13:49 WIB
Jakarta - Suryadharma Ali cukup memiliki bekal untuk menjadi ketua umum PPP. Selain sudah lama berkarir di PPP, Suryadharma juga menjadi seorang menteri. Suryadharma mengaku tak perlu meminta izin Presiden SBY untuk ikut bertarung dalam Muktamar PPP. "Saya menjadi menteri adalah representasi dari partai. Karenanya kegiatan-kegiatan saya di partai adalah sebagai kader partai. Karena itu tidak perlu izin dari SBY-JK," tegas Suryadharma Ali kepada wartawan dalam jumpa pers di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Senin (29/1/2007). Suryadharma yang kini menjabat menteri koperasi dan UKM itu sangat serius untuk menjadi orang nomor satu di PPP. Dia terus melakukan penggalangan kepada caban-cabang dan wilayah-wilayah dan tokoh-tokoh senior. Dia mengklaim akan meraih 55% suara lebih dalam muktamar yang akan berlangsung 30 Januari - 3 Februari 2007 itu. Bagaimana bila nanti dia terpilih sebagai ketua umum? Suryadharma berjanji akan segera melakukan konsolidasi internal, terutama dalam menyusun kepengurusan, segera setelah dirinya ditetapkan sebagai ketua umum. Dia juga akan berkonsentrasi dalam Pemilu 2009. Untuk Pemilu 2009, Suryadharma belum berani menargetkan perolehan suara PPP nanti. "Saya akan bicara dulu dengan para pimpinan wilayah pada kesempatan yang tepat, agar semangat ini mengalir bersama dengan para pimpinan wilayah itu," kata dia.Pertarungan di muktamar PPP nanti diperkirakan bakal seru. Saat ini, sedikitnya sudah ada tujuh kader PPP yang mencalonkan diri sebagai ketua umum PPP. Selain Suryadharma Ali, mereka yang mencalonkan diri adalah Alimarwan Hanan, Endin AJ Soefihara, Yunus Yosfiah, Arif Mudatsir Mandan, Egi Sudjana, dan Hadimuljo.
(asy/nrl)











































