6 Orang Meninggal Akibat DBD di Jakarta Sepanjang Januari
Kamis, 25 Jan 2007 11:59 WIB
Jakarta -
Tak hanya flu burung yang mengancam Jakarta. Penyakit musiman seperti demam berdarah dengue (DBD) juga mengamuk. Jumlah pasien DBD di DKI Jakarta meningkat. Selama bulan Januari 2007, tercatat 6 orang meninggal dunia dan 1.240 pasien dirawat."Ribuan pasien itu menyebar di seluruh rumah sakit," kata Wakil Kepala Dinas Kesehatan Pemprov DKI Jakarta, Salimar Salim, usai mendampingi Wakil Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengunjungi pasien DBD di RSUD Tarakan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (25/1/2006).Menurutnya, kasus DBD terbesar terdapat di wilayah Jakarta Selatan dengan jumlah kasus sebanyak 417. Disusul kemudian Jakarta Timur sebanyak 272 kasus dan Jakarta Utara 246 kasus. Untuk wilayahJakarta Barat sebanyak 179 kasus dan disusul Jakarta Pusat 126 kasus.Hingga awal Januari terjadi peningkatan jumlah pasien DBD sebesar 10 persen dari 1.069 menjadi 1.240 pasien yang dirawat. "Karena tingginya penderita DBD, pekan ini Dinas Kesehatan akan melakukan abatesasi massal di sekolah-sekolah," katanya.Selain itu juga akan dilakukan foging massal di kelurahan-kelurahan yang rawan DBD. Untuk wilayah Jakarta Pusat adalah Tanah Tinggi, Johar Baru dan Menteng. Wilayah Jakarta Utara, Penjaringan, Tanjung Priok, Kebun Kosong, Kebun Bawang, Sunter Agung Jaya, Koja, Lagowa, Rawa Badak, Tugu Selatan, Kelapa Gading Barat, Cilincing dan Semper Barat . Wilayah Jakarta Barat adalah Cengkareng Barat, Tegalalur, Tomang, Palmerah, Kemanggisan dan Kebun Jeruk. Di Jakarta Selatan yakni Cilandak Timur, Jatipadang, Kebagusan, Jagakarsa, Ciganjur, Serengseng Sawah, Gandaria Selatan, Cilandak Barat, Lebak Bulus, Pondok Labu, Kebun Lama Selatan dan Pondok Pinang. Wilayah Jakarta Timur adalah Utan Kayu Selatan, Cipinang Muara, Bidara Cina, Duren Sawit. Batu Ampar Ciracas dan Klender.
(mar/nrl)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































