Inilah 19 TKI di Luar Negeri yang Terancam Hukuman Mati 2007

Inilah 19 TKI di Luar Negeri yang Terancam Hukuman Mati 2007

- detikNews
Rabu, 24 Jan 2007 15:31 WIB
Jakarta - Tahun 2007 menjadi tahun yang muram bagi 19 tenaga kerja Indonesia (TKI). Mereka menyusuri tahun 2007 dengan jantung deg-degan. Bagaimana tidak, mereka menghadapi hukuman gantung, hukuman pancung, atau hukuman mati di tahun ini. Data dari Migrant Care, lembaga pemerhati buruh migran, yang disampaikan kepada detikcom, Rabu (24/1/2007), ada 19 buruh migran yang pada tahun 2007 ini menghadapi ancaman hukuman mati. Mereka bekerja di Malaysia, Singapura, Arab Saudi, dan Mesir. Mereka dihadapkan hukuman mati karena didakwa terlibat kasus pembunuhan. Sebagian besar, didakwa membunuh majikannya. Inilah ke-19 buruh migran yang berhadapan dengan ancaman hukuman mati: 1. Suhaidi Bin Asnawi, asal Desa/Kec Kediri Kab. Lombok Barat NTB, bekerja di Malaysia. Suhaidi diancam hukuman mati karena dituduh membunuh ibu majikannya karena sebuah pertiakaian soal gaji yang belum dibayar selama 2 tahun. Sejak 2001, Suhaidi ditahan di penjara sungai Buloh, Selangor dengan ancaman maksimal hukuman gantung. KBRI di Kualalumpur baru mendampingi korban pada awal tahun 2005. Pada tanggal 19 Maret 2007, Pengadilan tinggi Malaysia akan menggelar sidang terakhir dengan materi sidang pembacaan vonis. 2. Lili Ardi Sinaga, asal Dusun Temurong Pematang Siantar, Sumut, bekerja di Malaysia. Lili didakwa melakukan pembunuhan seorang warga Malaysia yang bernama Kairun Bee Shariff (55 tahun) di kawasan Sungai Buloh Country Resort, Jeram pada tanggal 21 Februari 2005 sore hari. Dalam persidangan yang dipimpin hakim Magistrate Azrul Darus, Lili Ardi Sinaga yang bekerja sebagai buruh konstruksi terancam hukuman mati berdasar Article 302 Penal Code Malaysia. 3. Hasanuddin Sinring, asal Makassar, bekerja di Malaysia. Saat ini Hasanuddin dalam proses persidangan, ditahan di penjara Sungai Buloh Selangor. 4. Noni Fitria, asal Binjai Sumut, bekerja di Malaysia. Noni diancam hukuman gantung dan saat ini masih dalam proses persidangan. 5. Nazaruddin Bin Daud, bekerja di Malaysia. Dia diancam hukuman gantung, dan saat ini masih dalam proses persidangan. 6. Tarmidzi Bin Yacob, bekerja di Malaysia. Dia diancam hukuman gantung dan masih dalam proses persidangan. 7. Armiadi Bin Ismail, bekerja di Malaysia. Dia diancam hukuman gantung dan masih dalam proses persidangan. 8. Bustaman Bin Buchori, bekerja di Malaysia. Dia diancam hukuman gantung dan masih dalam proses persidangan. 9. Abdul Jalil Bin Abdul Hamid, bekerja di Malaysia. Dia diancam hukuman gantung dan masih dalam proses persidangan. 10. Ruslan Dedeh, bekerja di Malaysia. Dia diancam hukuman gantung dan masih dalam proses persidangan. 11. Nuraini Binti Sadi, bekerja di Malaysia. Dia diancam hukuman gantung dan masih dalam proses persidangan. 12. Izudan Kazuadi, bekerja di Malaysia. Dia diancam hukuman gantung dan masih dalam proses persidangan. 13. Suwarni, bekerja di Arab Saudi. Dia didakwa membunuh majikan, diancam hukuman pancung, masih dalam proses persidangan, ditahan di penjara wanita 14. Siti Zaenab, asal Jawa Timur, bekerja di Arab Saudi. Siti Zaenab didakwa membunuh majikan, diancam hukuman pancung. Siti ditahan di penjara wanita Madinah 15. Hafidh Bin Kholil Sulam, asal Jawa Timur, bekerja di Arab Saudi. Dia didakwa membunuh majikan, diancam hukuman pancung. Saat ini Hafidh ditahan di penjara Mekah dan menunggu maaf dari keluarga majikan untuk bebas dari hukuman pancung. 16. Eti Thoyib Anwar, asal Jawa Barat, bekerja di Arab Saudi. Eti didakwa membunuh majikan, diancam hukuman pancung Ditahan dipenjara wanita Thaif 17. Nur Makin Sobri, bekerja di Arab Saudi. Nur didakwa membunuh majikan, diancam hukuman pancung. Saat ini, Nur ditahan di penjara Mekah dan menunggu maaf dari keluarga majikan untuk bebas dari hukuman pancung. 18. Barokah, bekerja di Singapura. Dia didakwa membunuh majikan, diancam hukuman mati. Saat ini masih dalam proses persidangan. 19. Darman Agustiri, bekerja di Mesir. Dia dituduh membunuh seluruh keluarga Zaky Ayyub, warga negara Malaysia yang menetap di Mesir. Saat ini Darman masih menunggu proses banding. (asy/nrl)


Berita Terkait