Digoyang Isu Judi London, Bursah Buru-buru Bantah

Jelang Silatnas PBR

Digoyang Isu Judi London, Bursah Buru-buru Bantah

- detikNews
Kamis, 18 Jan 2007 08:19 WIB
Jakarta - Menjelang Silaturahmi Nasional (Silatnas) Partai Bintang Reformasi (PBR) Ketua Umum PBR Bursah Zarnubi digoyang isu judi London. Bursah buru-buru membantah."Nggak ada itu, masa main judi. Nggak pernah," bantah Bursah kepada detikcom, Kamis (18/1/2007).Menurut Bursah pada Desember 2006, Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI memang sedang melakukan kunjungan kerja ke parlemen Inggris. Rombongan lintas fraksi ini jumlahnya 15 orang."Acaranya padat sekali. Nggak sempat jalan-jalan. Apalagi main judi segala. Nggak ada waktulah. Lagian kami nggak pernah main judi," lanjutnya.Bursah menjelaskan, kesempatan berjalan-jalan hanya bisa dilakukan di hari terakhir. "Kita jalan-jalannya lihat Istana Buckingham," tandasnya.Goyangan isu judi di London yang menerpa Bursah ini bersamaan dengan akan digelarnnya Silaturahmi Nasional (Silatnas) Partai Bintang Reformasi (PBR) kubu Bursah pada Kamis (18/1/2007) di Hotel Sahid, Jakarta Pusat. Untuk diketahui saja, Bursah saat ini berseteru berat dengan Zaenal Ma'arif. Kedua sama sama mengklaim yang paling berhak atas PBR.Apakah goyangan isu judi itu terkait dengan perseteruan di tubuh PBR? Tak jelas. Yang pasti Bursah siap menuntut siapa pun yang menyebarkan fitnah itu. "Saya akan tuntut yang menyebarkan fitnah itu," tandas Bursah.Sebelum Bursah, Sekretaris F-Partai Demokrat (F-PD) Soetan Batoeghana juga sudah membantah isu judi di London itu. "Tidak mungkin kami punya waktu buat main judi. Kita kan juga selalu dikawal staf kedutaan KBRI London," tegas Soetan.Isu judi di London beredar di kalangan wartawan di DPR. Isu itu bermula dari sebuah media yang berpusat di London melakukan konfirmasi ke seorang pejabat. Media tersebut meminta konfirmasi mengenai sejumlah orang yang mengunjungi tempat judi Hard Rock Casino yang beralamat di Statesman House, Stafferton Way, Maiden Head, London.Kabarnya mereka kalah sebesar 60.000 Poundsterling atau sekitar Rp 1,056 miliar. Media asing itu ingin memastikan apakah orang-orang itu adalah anggota parlemen dari Indonesia yang sedang melakukan kunjungan kerja di London. Begitu asal-usul cerita tak sedap itu muncul. Dan Bursah Zarnubi dan Soetan pun membantah sudah. (fay/bdi)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait