Viral Air Laut Surut di Pesisir Dekat Anak Krakatau, Ini Penjelasan BMKG

Viral Air Laut Surut di Pesisir Dekat Anak Krakatau, Ini Penjelasan BMKG

Arief Ikhsanudin - detikNews
Senin, 07 Sep 2026 18:52 WIB
Viral di media sosial air laut di pesisir dekat Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, disebut surut.
Viral di media sosial air laut di pesisir dekat Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, disebut surut. (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Video yang memperlihatkan air laut surut di pesisir dekat Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, viral di media sosial. BMKG menjelaskan surutnya air laut tersebut tak berarti tanda tsunami datang.

Dilihat detikcom, Senin (7/9/2026), akun Threads @topan_desmon membagikan video kondisi pesisir yang disebut dekat Gunung Anak Krakatau pada Minggu (6/9). Pesisir tersebut terlihat surut hingga seperti area pantai.

Kepala BMKG Wilayah II, Hartanto, mengatakan pihaknya belum menemukan bukti bahwa surutnya air laut tersebut berkaitan dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Hartanto mengatakan, per Minggu (6/9), kondisi perairan di Selat Sunda masih normal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"BMKG melaporkan bahwa hingga 6 September 2026 pukul 07.30 WIB, pemantauan 20 tide gauge di sekitar Selat Sunda menunjukkan muka laut masih mengikuti pola pasang-surut astronomis normal," ujar Hartanto, Senin (7/9).

Hartanto mengatakan jaringan seismik juga tidak mendeteksi adanya sinyal longsoran besar pada tubuh gunung, perpindahan massa bawah laut, ataupun gempa tektonik yang dapat memicu tsunami.

ADVERTISEMENT

"Karena itu, saat laporan tersebut diterbitkan, tidak terdapat ancaman tsunami akibat erupsi Anak Krakatau. Laporan resmi pemantauan multisensor BMKG," ucapnya.

Meski begitu, Hartanto mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Menurut dia, apabila air laut tiba-tiba surut dengan cepat dan tidak sesuai dengan pola pasang-surut, terlebih jika disertai suara gemuruh kuat atau muncul gelombang yang tidak biasa, masyarakat diminta segera menjauh dari pantai.

"Segera menjauh dari pantai menuju tempat tinggi dan ikuti informasi BMKG, PVMBG, serta BPBD. Jadi, unggahan tersebut sebaiknya diperlakukan sebagai rekaman kondisi lokal, bukan bukti tsunami Anak Krakatau," katanya.

Lihat Video 'Aktivitas Anak Krakatau Masih Tinggi, Potensi Erupsi Sewaktu-waktu':

(aik/amw)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini