Pengamat: Dewan Revolusi Takkan Direspons Masyarakat

Pengamat: Dewan Revolusi Takkan Direspons Masyarakat

- detikNews
Rabu, 17 Jan 2007 11:28 WIB
Jakarta - Meski menggunakan isu-isu kesejahteraan rakyat sekalipun, gerakan Dewan Revolusi dan tuntutan cabut mandat, diyakini tidak akan direspons masyarakat. Rakyat Indonesia dinilai takut terhadap dua istilah tersebut."Saya yakin dua isu ini akan stop dengan sendirinya. Meski menarik simpati masyarakat, mereka akan takut karena istilah itu terlalu keras," ujar pengamat politik dari UI Maswadi Rauf dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (17/01/2007).Menurut Maswadi, dua gerakan yang dimotori oleh para elit yang kecewa terhadap pemerintahan SBY-JK itu tidak punya konsep yang jelas. Kekecewaan yang disampaikan tidak menyentuh substansi permasalahan."Ini cuma permainan kata-kata. Mereka tidak tulus dalam menjelaskan maksud gerakan ini. Seharusnya terbuka saja," cetusnya.Maswadi menganalisa, munculnya dua gerakan tersebut lebih kepada bentuk ketidakpuasan para elit yang terlalu berlebihan, apalagi menggunakan istilah yang dianggap 'mengerikan' dalam politik."Bagi para tokoh-tokoh tersebut, istilah itu biasa-biasa saja. Tapi bagi masyarakat ini berbahaya. Itu tidak bagus untuk pendidikan politik," imbuhnya.Selain itu jika dibiarkan, dua gerakan ini bisa menjadi semacam provokasi terhadap rakyat yang perkembangannya bisa memicu ekstrimitas politik. "Kenyataanya memang begitu, tapi saya tidak yakin masyarakat akan terpancing," kata Maswadi.Reaksi SBY Tidak TepatMaswadi juga mengomentari tudingan Presiden SBY pada Minggu 14 Januari lalu. Saat itu SBY menuding ada kelompok-kelompok yang hanya bisa bicara dan berpangku tangan, tapi tidak menunjukkan kerja. Pernyataan ini sebagai jawaban atas kritikan berbagai pihak atas kinerja pemerintah.Reaksi tersebut dinilai oleh Maswadi tidak tepat, bahkan terkesan seperti debat kusir karena saling menuding kejelekan."Seharusnya ketika ada yang mengkritik kinerjanya jelek, presiden menjawab terima kasih, sambil menjelaskan apa yang dia sudah kerjakan untuk rakyat. Bukan malah balik menuding orang lain lebih jelek lagi, jadinya seperti debat kusir," tandas Maswadi. (bal/nrl)


Berita Terkait