Kepala Stasiun Jebres Bantah KA Bengawan Overload
Selasa, 16 Jan 2007 11:52 WIB
Solo - Jatuhnya gerbong nomor 4 KA ekonomi Bengawan diduga karena kelebihan penumpang. Namun Kepala Stasiun Jebres, Solo, Suyanto, membantahnya."Tidak ada overload. Jumlah penumpang ada 1.851 orang. Untuk tiap gerbong jumlah penumpang duduk 106 dan ada toleransi penumpang berdiri sebanyak 25 persen," jelas Suyatno di Stasiun Jebres, Selasa (16/1/2007). KA Ekonomi Senja Bengawan berangkat dari Jebres pada Senin sore 15 Januari.Ditambahkan Suyanto, jika jumlah penumpang sedikit, KA ekonomi Bengawan jurusan Tanah Abang-Solo itu hanya membawa rangkaian 10 gerbong. Namun jika ada kenaikan penumpang biasanya ditambah menjadi 12 gerbong. Semua KA ekonomi tujuan dan keberangkatan Solo melalui Stasiun Jebres."Di gerbong yang terguling itu penumpangnya berasal dari Stasiun Srowot Klaten, ada 106 tempat duduk dan 44 yang berdiri," jelas Suyanto.Namun dari hitungan detikcom, jumlah penumpang sebanyak 1.851 telah melebihi kapasitas. Jika mengacu kepada penjelasan Suyatno maka batas maksimum penumpang yang boleh dibawa KA Bengawan hanya sebanyak 1590 orang.Perinciannya sebagai berikut. Setiap gerbong berisi 106 tempat duduk dan toleransi berdiri 25 persen. Berarti tiap gerbong hanya maksimal boleh terisi paling banyak sekitar 135 orang.Dengan jumlah 12 gerbong, maka sesuai aturannya, maksimal jumlah penumpang hanya diperbolehkan 1.620 orang. Berarti ada selisih 231 penumpang. Belum lagi jika ditambah berat barang bawaan penumpang. Pantaslah jika terjadi anjlok.Jadi, overload atau tidak?
(bal/nrl)











































