3 Perampok Penumpang Taksi Dipamerkan di Atas Kursi Roda
Jumat, 12 Jan 2007 16:28 WIB
Jakarta - Ini kabar gembira bagi korban perampokan oleh sopir taksi dan komplotannya. Polisi melumpuhkan 6 tersangka perampok penumpang taksi.Keenam tersangka itu adalah Doris alias Malin (34) ditangkap di Bekasi, Farit alias Safitri (22) ditangkap di gerbang Tol Jatibening, Slamet (45) ditangkap di Bekasi Barat dan kakinya tertembak di betis kiri, serta Asmardi alias Ardi (31) ditangkap di Cikarang. Dua tersangka lainnya tewas ditembak karena melawan yaitu Djurson alias Korea (37) dan Petro Rosardi alias Alante (29).Tiga tersangka yang tidak kena timah panas, mengalami luka-luka di kaki sehingga sulit berjalan. Ketiga orang itu pun terpaksa naik kursi yang ada roda di bawahnya saat dikeluarkan dari sel untuk dipamerkan pada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jalan Sudirman, Jakarta, Jumat(12/1/2007).Ketiganya mengenakan seragam tahanan warna biru dan kedua tangannya diborgol. Bersama komplotannya, mereka dibekuk setelah polisi menciduk Julhamdi alias udin (33) pada 12 Desember 2006."Rata-rata mereka ini sopir tembak," kata Kasat Kejahatan dan Kekerasan Polda Metro Jaya, AKBP M Fadil Imran.Para tersangka beraksi menggunakan taksi resmi yang disewa dari sopir aslinya dengan harga Rp 100 ribu - Rp 150 ribu. Mereka biasanya menggunakan dua unit taksi. Satu taksi dikendarai seorang pelaku yang berpura-pura menjadi sopir dan satu taksi lainnya berada di belakang mengikuti taksi yang di depan yang di dalamnya berisi lima anggota komplotan.Di tengah jalan, taksi pertama pura-pura berhenti. Kemudian taksi yang kedua mendatangi korban dan menodong dengan benda tajam seperti obeng besar.Pelaku selanjutnya merampas kartu ATM dan meminta nomor PIN. "Kemudian korban diturunkan di tengah jalan yang jauh dari tempat tujuan korban,"ujar Fadil.Korban Selalu WanitaMenurut Fadil, para pelaku beroperasi di Casablanca, Setiabudi, Sudirman, Panglima Polim, Rasuna Said, Gatot Soebroto, Thamrin, Blok M, dan Pondok Indah.Sasaran korban mereka adalah wanita karir yang pulang kerja di malam hari. "Mereka sudah canangkan korban harus selalu perempuan karena tidak ada perlawanan," kata Fadil.Para penjahat ini beroperasi sejak pukul 16.00 WIB hingga 21.00 WIB. "Mereka biasanya menggunakan taksi Golden dan taksi Prestasi dan berhasil meraup Rp 800 ribu hingga Rp 1 juta," kata Fadil.Sebelum beraksi, mereka ngumpul di pom bensin Pekayon Bekasi Barat untuk menentukan sasaran. "Setelah berhasil merampok, mereka membagikan hasil rampokan di kawasan Carrefour Cawang Kalimalang, Jaktim," jelas Fadil.
(mly/nrl)











































