Ratusan PKL Solo Demo Tolak Penggusuran

Ratusan PKL Solo Demo Tolak Penggusuran

- detikNews
Senin, 08 Jan 2007 14:46 WIB
Solo - Ratusan pedagang kaki lima di Kota Solo menggelar demo memprotes tindakan Pemkot Surakarta yang menggusur PKL. Padahal sebelumnya Pemkot telah berjanji tidak melakukan penggusuran. Sedangkan pihak Pemkot juga merasa perlu melakukan penindakan terhadap PKL yang dinilai menyalahi kesepakatan.Ratusan PKL berjalan kaki dari joglo Taman Sriwedari menuju Balaikota Surakarta, Senin (8/1/2007). Mereka bertekad hanya akan mau berbicara dengan walikota atau wakil walikota sebaga penentu kebijakan kota, terkait langkah Pemkot melakukan penertiban PKL.Sesampai di kompleks balaikota setelah menempuh long march sekitar 3 km, belasan perwakilan PKL sedianya akan diterima Kepala Kantor Pengelolaan PKL Pemkot Surakarta, Bambang Santoso.Tawaran itu ditolak dengan alasan hanya bersedia diterima walikota walikota atau wakil walikota, padahal saat itu Walikota Surakarta Joko Widodo sedang menghadiri acara lain dan Wakil Walikota sedang berada di Jakarta. PKL itu mengaku siap berada di balaikota hingga ditemui walikota.Tolak PenggusuranSetelah menunggu cukup lama, akhirnya Joko Widodo menerima belasan perwakilan massa aksi. Kepada walikota, perwakilan massa itu mempertanyakan janji Pemkot Surakarta sebelumnya bahwa PKL hanya akan ditata demi ketertiban kota namun tidak akan dilakukan penggusuran.Joko Widodo menyatakan bahwa Pemkot akan tetap konsisten terhadap janjinya dalam penataan PKL. Sedangkan tindakan tegas yang dilakukan aparat Pemkot terhadap PKL di Jalan Urip Sumoharjo beberapa waktu sebelumnya harus dilakukan dikarenakan adanya PKL yang menyalahi kesepakatan.Dipaparkan dia, jumlah PKL di kawasan tersebut semula hanya berkisar dua puluh lapak, namun setelah mendengar akan ada upaya penataan jumlahnya membengkak menjadi lebih dari dua ratus lapak kaki lima.Sebagian besar dari PKL baru itu adalah PKL dari Monumen Banjarsari yang sebelumnya telah direlokasi ke Pasar Notoharjo, Semanggi. Mereka melakukannya dengan tujuan agar mendapat lagi kapling yang disediakan Pemkot. Dengan alasan itulah Pemkot merasa perlu mengambil langkah tegas.Selanjutnya Joko Widodo juga menolak tekanan dari perwakilan PKL agar membuat janji atau pernyataan tertulis tidak akan melakukan penggusuran. Joko meminta para PKL percaya dengan itikad baiknya. Setelah mendapat keterangan itu massa PKL membubarkan diri sekitar pukul 13.30 WIB. (mbr/asy)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait