Eksekusi Saddam Sulut Protes Blair
Senin, 08 Jan 2007 01:27 WIB
London - Kontroversi rekaman eksekusi mantan Presiden Irak Saddam Hussein kali ini datangdari Inggris. PM Tony Blair dengan tegas menolak tata cara pelaksanaan eksekusi yang dinilai salah."Eksekusi itu salah. Eksekusi itu semestinya tidak terjadi dengan cara seperti itu," ucap juru bicara PM Blair seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (8/1/2007).Masih menurut juru bicara tadi, meski eksekusi gantung diri yang disiarkan secara luas dinilai keliru, kejahatan Saddam tak boleh dilupakan. "Khususnya kematian warga Irak di tangan Saddam, itu yang tak boleh terlupakan,"sesal juru bicara di kantor PM, Downing Street 10, London, Inggris.Eksekusi Saddam menjadi kontroversi. Selain waktunya dinilai tergesa-gesa, penyiaran adegan gantung Saddam dinilai melanggar hak asasi Saddam. Pegiat HAM langsung memprotes siaran yang terus diulang-ulang diberbagai siaran televisi diseluruh dunia.
(Ari/ary)











































