Isobel Berlalu, Banjir Hampiri NTT, 1 Balita Tewas

Isobel Berlalu, Banjir Hampiri NTT, 1 Balita Tewas

- detikNews
Sabtu, 06 Jan 2007 10:44 WIB
Kupang - Badai Isobel yang semula berpusat di selatan Pulau Sumba dinyatakan sudah meninggalkan Indonesia. Gantian banjir merendam 100-an rumah di NTT. Satu balita tewas.Lebih dari 100 rumah penduduk di Desa Oebelo, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT terendam banjir hingga 2 meter, setelah hujan deras mengguyur wilayah itu tiga hari terakhir.Dua balita dilaporkan hanyut terbawa banjir, salah satu di antaranya ditemukan tewas setelah diterjang banjir sejauh kurang lebih 7 km dari lokasi kejadian.Korban tewas adalah Puteri Telik (3), warga Kelurahan Nenohonis, Kota Soe. Sedangkan balita lainnya bernama Ipni Pani (4) berhasil diselamatkan warga.Sekretaris Penanggulangan Bencana Provinsi NTT, Sentianus Medi, yang dihubungi di Kupang, Sabtu (6/1/2007) mengatakan, pihaknya masih melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk mengambil langkah darurat guna membantu para korban."Kami mendapat laporan bahwa telah terjadi banjir di Kabupaten Timor Tengah Selatan dan seorang balita tewas. Banjir terjadi akibat hujan deras yang terus-menerus mengguyur wilayah itu," ujar Sentianus.Camat Amanuban Selatan, Frederik Oematan, yang dihubungi terpisah mengatakan, ketinggian genangan air mencapai lutut orang dewasa hingga lebih dari 2 meter.Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan, ujarnya, telah mengirimkan tim medis untuk memberikan pelayanan kesehatan guna menghindari munculnya penyakit ikutan."Para korban banjir masih memiliki stok bahan makanan dan air bersih. Namun yang perlu diantisipasi adalah kemungkinan munculnya luapan air sungai dalam jumlah yang lebih besar apabila cuaca terus memburuk," ujarnya.IsobelSementara itu, cuaca buruk yang masih terjadi di sebagian wilayah Flores, Sumba, Alor, dan Timor memaksa Dinas Perhubungan NTT tetap memberlakukan status waspada dan melarang armada pelayaran untuk tetap menunda pelayaran.Padahal hasil analisa BMG menunjukkan badai Isobel, yang semula berpusat di selatan Pulau Sumba, telah bergerak ke daratan Australia."BMG sudah menyampaikan bahwa badai Isobel sudah meninggalkan Indonesia, sehingga tidak ada masalah untuk penerbangan lokal. Tetapi khusus transportasi laut, kami belum berani mengeluarkan izin pelayaran, karena tinggi gelombang laut masih berkisar 1,5 hingga 2,5 meter," kata Kepala Dinas Perhubungan NTT, Simon Uly.Secara terpisah, Supervisor Coorporate PT Trans Nusa Air Service, Momi Sujadmoko mengatakan, meski larangan terbang telah dicabut, namun pihaknya masih tetap menghentikan sementara penerbangan lokal untuk semua rute penerbangan di NTT, dengan pertimbangan cuaca buruk masih dapat terjadi, sehingga dikhawatirkan mengganggu keselamatan penerbangan. (sss/sss)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait