Pakai Teropong, Penambal Ban Ikut Cari AdamAir

Pakai Teropong, Penambal Ban Ikut Cari AdamAir

- detikNews
Jumat, 05 Jan 2007 16:14 WIB
Jakarta - Jumadi, hanyalah seorang tukang tambal ban. Tapi, dia punya solidaritas tinggi terhadap sesamanya. Dengan teropong (keker) yang dimilikinya, Jumadi terus memantau laut di Desa Sendana, Kecamatan Somba, Kabupaten Majene, Sulawesi Selatan (Sulsel), untuk mencari puing-puing pesawat AdamAir. Jumadi, warga asli Sendana, semakin tergerak hatinya untuk mengecek pinggir laut, setelah ayahnya, Rugani, menemukan alumunium dan celana warna cokelat yang terdampar di pinggir laut di Sendana. Alumunium yang diduga puing pesawat itu berwarna perak dan terlihat masih baru. Ayah Jumadi menemukan alumunium yang cukup lebar dan celana pada Kamis (4/1/2007) kemarin. Sayangnya, saat alumunium dan celana itu ditaruh di pagar belakang rumahnya, dua benda penting itu hilang, dicuri orang. Padahal, Jumadi sudah menginformasikan kepada Tim SAR tentang penemuan benda itu. "Alumunium dan celana itu hilang sekitar pukul 03.00 Wita, saat Tim SAR akan menelitinya. Saya sudah umumkan lewat masjid agar orang yang mengambil alumunium itu mengembalikan. Tapi, sampai sekarang alumunium itu belum dikembalikan," kata Jumadi saat berbincang-bincang dengan detikcom, Jumat (5/1/2006) pukul 16.00 WIB. Kini, Jumadi terus berusaha memantau pinggir laut di desanya. Jangan-jangan, masih ada puing alumunium yang terbawa arus laut lagi. "Saya sekarang di atas pohon memantau pinggir laut dengan keker saya. Apalagi sinar matahari mencorong, sehingga kalau ada alumunium akan memantul," kata Jumadi. Rumah Jumadi memang berada di pinggir laut. Karena itu, tak masalah bagi dia untuk berlama-lama di pinggir laut. Bila dia tidak menemukan alumunium hari ini, dia akan meneruskan pada esok hari. Yang paling diharap Jumadi saat ini, alumunium yang ditemukan ayahnya itu bisa dikembalikan oleh si pencuri. Siapa tahu alumunium itu bisa menjadi pertanda penting tentang misteri pesawat AdamAir KI 574. (asy/nrl)


Berita Terkait