Teori Konspirasi Sabotase Katering Haji Versi Menag

Teori Konspirasi Sabotase Katering Haji Versi Menag

- detikNews
Jumat, 05 Jan 2007 14:22 WIB
Jakarta - Dugaan adanya konspirasi melakukan sabotase perusahaan katering yang ditunjuk melayani jamaah haji Indonesia di Arafah makin mengemuka. Kali ini Menag Maftuh Basyuni yang menyampaikannya secara terbuka."Adanya persaingan antara muasasah (jasa katering lama) dan Ana (jasa katering baru) memang jelas," ujar Maftuh menjawab pertanyaan wartawan seusai mendampingi Tim Investigasi dan Evaluasi Penyelenggaraan Haji 1427 H mendapatkan arahan langsung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (5/1/2006).Praktek persaingan antara pihak penyedia jasa katering lama dan baru sebenarnya sudah diprediksi. Maklum saja, proyek tersebut bernilai miliaran Real. Tapi sama sekali tidak diduga bila dampak yang ditimbulkan luar biasa menyengsarakan jamaah haji dan memalukan bangsa.Ana For Development (AFD) merupakan jasa katering yang dimiliki putri menteri dalam negeri Arab Saudi, yang merupakan seorang pangeran dengan pengaruh yang sangat luas. Kecil kemungkinan ada pihak yang berani 'mengganggu', karena ada hukum tidak tertulis bahwa raja dan para keluarganya terlindungi."Tapi penyelenggara inilah yang sudah lama bertentangan dengan muasasah dan tidak disukai. Timbul pencekalan dan perusakan apa-apa yang sudah disiapkan di Arafah. Truk katering tidak bisa masuk kepada tempat-tempat yang dituju, sehingga pembagian makanan tidak merata karena halangan tersebut," papar Maftuh. Menag menjelaskan, alasan memutuskan memilih ADF menggantikan katering muasasah adalah demi perbaikan mutu pelayanan bagi jamaah haji ONH biasa. Setelah puluhan tahun melayani, baru terungkap harga yang ditawarkan muasasah tidak sebanding dengan mutu pelayanannya, bahkan kelewat mahal dibanding jasa serupa bagi ONH Plus sekali pun. "(muasasah) Pelayanannya tidak baik, mutu makanan kurang memuaskan, perlakuan tidak menyenangkan," ungkap dia. (lh/asy)


Berita Terkait