Pemerintah Harus Minta Maaf Soal Katering Haji
Minggu, 31 Des 2006 17:30 WIB
Jakarta - Setiap kesalahan harus diakhiri dengan permintaan maaf. Pemerintah pun harus meminta maaf terkait keterlambatan katering bagi jamaah haji, sebelum negeri ini tertimpa bala.Demikian disampaikan Ketua PBNU Hasyim Muzadi dalam perbincangan dengan detikcom, Minggu (31/12/2006)."Saya mengetuk hati pemerintah untuk secara terbuka menyatakan kesalahanya dan meminta maaf secar tulus kepada seluruh jamaah haji Indonesia yang berada di tanah suci, dan umat Islam Indonesia," ujar Hasyim.Permintaan maaf ini mutlak dilakukan karena insiden di Padang Arafah itu sangat serius dan memperihatinkan. Apalagi dalam sejarah perjalanan haji Indonesia, peristiwa tersebut belum pernah terjadi."Laparnya jamaah haji di Arafah mempunyai dimensi ganda, yakni hubungan hak kemanusiaan serta hubungan dengan Allah. Jangan sampai laparnya jamaah haji merupakan pertanda buruk untuk keadaan negeri kita," imbuh Hasyim.Ditambahkan dia, permintaan maaf itu hendaknya dilakukan Pemerintah RI sebelum para jamaah haji tersebut kembali ke Tanah Air. "Jadi harapannya setiba di Tanah Air, mereka telah memaafkan pemerintah sehingga tidak ada ekses bala' (bencana) di kemudan hari," lanjut Hasyim.Apalagi menurut Hasyim, jamaah haji yang baru kembali dari Tanah Suci merupakan hamba Allah yang mustajab doanya.
(nvt/bal)











































