BRR di Nias Butuh Dana Rp 7 Triliun Lagi
Sabtu, 30 Des 2006 02:00 WIB
Medan -
Pembangunan Kabupaten Nias dan Nias Selatan yang rusak berat pasca tsunami dan gempa bumi masih berlanjut. Hingga 2009 mendatang, setidaknya pembangunan itu masih membutuhkan dana Rp 7 triliun.Manager Komunikasi dan Informasi Publik Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh-Nias Perwakilan Nias, Emanuel Migo menyatakan, total dana yang dibutuhkan untuk membangun Nias yang lebih baik diperkirakan sebesar Rp 10 triliun. Sementara dana yang tersedia hingga tahun 2007 ini sekitar Rp 3,1 triliun."Dari komponen anggaran pemerintah atau on-budget telah teralokasi sekitar Rp 1,6 triliun. Sedangkan komponen off-budget atau dari sumber lain, teralokasi sekitar Rp 1,45 triliun. Jadi untuk sisa tiga tahun anggaran masih dibutuhkan sekitar Rp 7 triliun untuk menyelesaikan dengan baik mandat rekonstruksi BRR di Nias hingga 2009," jelas Migo di Medan, Jumat (29/12/2006).Menurut Migo, pemenuhan kebutuhan anggaran Rp 7 triliun itu relatif sulit. Karena upaya menggalang sumber pendanaan off-budget semakin sulit pada masa-masa berikutnya. Karena itu ketergantungan terhadap anggaran on-budget sangat besar."Rencana penggalangan dana on-budget yang realistis untuk Nias pada tahun 2007 hingga 2009 adalah sebesar Rp 2,9 triliun. Sisa kebutuhan sebesar Rp 4,1 triliun diharapkan dapat diupayakan dari bantuan luar negeri baik dalam bentuk hibah, maupun pinjaman lunak," imbuh Migo.Mengenai penggunaan anggaran hingga 2006, dijelaska Migo, pada tahun 2005 BRR Perwakilan Nias mengelola dana sebesar Rp 412,5 miliar, dan untuk tahun 2006 sebanyak Rp 1,19 triliun.Dengan demikian total dana yang dikelola BRR Perwakilan Nias sampai dengan saat ini sekitar Rp 1,6 triliun. Status penyerapan anggaran BRR 2005 di Nias per April 2005 sebanyak Rp 298 miliar atau 56 persen, dengan kemajuan fisik pekerjaan mencapai 68 persen. Sejumlah proyek yang tidak selesai pada tahun anggaran 2005 dilanjutkan pelaksanaannya pada 2006."Sedangkan kemajuan penyerapan anggaran tahun 2006 per minggu kedua Desember 2006 sebesar 41,71 persen. Sedangkan realisasi fisik melampaui realisasi keuangan, yaitu sebesar 55,98 persen," tandas Migo.
(rul/nvt)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































