Banyak Jamaah Haji Indonesia Sudah Sembelih Hewan Dam

Banyak Jamaah Haji Indonesia Sudah Sembelih Hewan Dam

- detikNews
Rabu, 27 Des 2006 09:09 WIB
Makkah - Jamaah haji Indonesia yang kebanyakan melakukan haji Tamattu banyak yang sudah melakukan penyembelihan hewan Dam (denda). Hewan-hewan ini disembelih di tempat pemotongan hewan di kawasan Misfallah, Makkah.Bagi mereka yang melakukan haji Tamattu (haji senang-senang) memang dikenakan kewajiban membayar Dam berupa 1 ekor kambing atau satu ekor unta untuk 7 orang. Hewan-hewan ini harus dibayar atau disemeblih di tanah suci Makkah Al Mukaromah.Jamaah bisa membeli dan sekaligus menyembelih hewan Dam ini di pasar kambing atau yang biasa disebut Halagal Ganam di kawasan Misfallah. Di pasar ini para pedagang menawarkan aneka jenis kambing dan unta dengan harga yang bervariasi pula.Untuk kambing jenis Sawakan harganya relatif mahal, yakni sekitar 700 Riyal atau sekitar 1,75 juta (dengan asumsi kurs 1 Riyal = Rp 2500). Kambing yang didatangkan dari Sudan ini dagingnya terkenal lezat dan empuk.Adalagi jenis kambing yang disebut Haridahili. Kambing asli Arab Saudi ini ditawarkan dengan harga 400 Riyal. Sedangkan kambing yang paling murah sejenis biri-biri atau di Indonesia biasa disebut kambing gembel. Kambing bertubuh kecil ini bisa dibeli dengan harga 250 Riyal. Sedangkan seekor unta di pasar ini ditawarkan dengan harga 1800 Riyal hingga 2100 Riyal, tergantung jenis dan besarnya.Namun menjelang puncak musim haji, harga hewan-hewan ini akan terus merangkak naik. Sebab permintaan hewan kurban pada saat itu akan mencapai puncaknya. Jadi jangan heran jika harga hewan-hewan ini bisa naik hingga dua kali lipat."Dalam satu musim haji, saya bisa menjual seribu hingga 5 ribu ekor kambing. Kambing-kambing saya datangkan dari Arab Saudi maupun dari luar seperti Yaman dan Sudan. Kambing dari luar sebenarnya harganya lebih murah, tapi ongkos kirimnya yang mahal," ujar H Kirman Abdul Muiz seorang saudagar kambing.Kirman mengaku sudah lebih dari 30 tahun berdagang di Arab Saudi. Setiap tahun sekali dia selalu pulang ke kampung halamannya di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Dari hasil kerjanya, pria asal Banjarmasin, Kalimantan, mampu menyekolahkan kelima anaknya hingga tingkat perguruan tinggi."Alhamdulillah saya masih diberi rizki oleh Allah. Hasilnya sih tidak tentu, tapi lumayanlah untuk keluarga di tanah air," kata Kirman saat ditanya jumlah keuntungan yang diperolehnya tiap tahun. (djo/ndr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads