6.516 Balita di Jakarta Kekurangan Gizi
Rabu, 20 Des 2006 13:08 WIB
Jakarta -
Di balik gegap gempita Ibu Kota, masih banyak persoalan sosial dan kesehatan yang melanda. Salah satunya persoalan kekurangan gizi. Di Jakarta, setidaknya 6.516 balita mengalaminya. Lagi-lagi persoalannya karena kemiskinan."Dari 281.131 balita yang diperiksa di posyandu selama tahun 2006, sebanyak 2,38 persen atau 6.516 balita di DKI kurang gizi," ungkap pelaksana harian Kepala Dinas Kesehatan Pemprov DKI Jakarta Shalimar Salim di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (20/12/2006).Dijelaskan Shalimar, penyebab terjadinya kurang gizi adalah kemiskinan dan buruknya penyerapan asupan gizi yang masuk ke tubuh.Persoalan ini, lanjut Shalimar, tidak hanya dialami golongan miskin, namun juga kalangan kaya. Ibu-ibu dari kalangan miskin, menurut Shalimar, biasanya enggan membawa balitanya ke posyandu."Padahal kalau ke posyandu nggak bayar, dan mereka akan mendapat makanan tambahan selama 90 hari," kampanyenya.Selain posyandu, Shalimar menunjuk ada 44 puskesmas di kecamatan dan 289 puskesmas di kelurahan yang bisa memeriksa keadaan gizi seorang balita.Shalimar menambahkan, balita yang kekurangan gizi biasanya rentan terkena penyakit tertentu seperti TBC dan bronkhitis."Karena itu perlu ibu-ibu yang balitanya kurang gizi segera membawa anaknya ke posyandu atau puskesmas terdekat," cetus dia.
(fjr/nrl)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































