Warga Kedungbendo Hancurkan Rumah Sendiri
Rabu, 20 Des 2006 07:09 WIB
Sidoarjo - Yakin akan memperoleh ganti rugi dari Lapindo Brantas dan lumpur yang makin meluas, memicu sebagian warga Kedungbendo maupun Ketapang Kec Tanggulangin nekad membongkar sejumlah bagian rumah mereka. Bahkan ada pula yang sudah menjual materialnya ke pemborong dadakan.Pemandangan itu terlihat di RT 10 RW3 Desa Kedungbendo, bagian-bagian bangunan rumah yang dibongkar antara lain jendela, genteng, kayu bahkan lantai. Aksi bongkar rumah yang dilakukan beramai-ramai ini juga dikarenakan rumah mereka telah didata oleh tim survei Timnas Penanggulangan Semburan Lumpur Sidoarjo yang dilakukan sejak Senin lalu.Hingga Rabu (20/12/2006) pagi, luapan lumpur maupun air terus meluas hingga setinggi 30 cm dan sudah mencapai teras rumah. Yang menarik, aksi warga ini juga membuka lapangan pekerjaan baru khususnya tukang bangunan. Khusus membongkar tembok dinding banyak yang diborongkan kepada pihak lain. Atau bahkan materialnya dijual sekalian. Ongkos pembongkaran bangunan rumah ukuran 10 X 22 meter persegi Rp 6,5 juta.Karena merasa yakin nanti akan mendapat ganti rugi berupa jual beli oleh Lapindo, langkah yang ditempuh warga dinilai cukup menguntungkan.Sebab hasil penjualan material tersebut oleh warga bisa dimanfaatkan untuk menutupi kebutuhan sehari-hari selama mengungsi dari terjangan lumpur.Ali Suyid, salah satu pemborong rumah menyatakan sebelum mengadakan transaksi kesepakatan harga terlebih dahulu diadakan penghitungan aset rumah.Dan saat ini, dia telah memperoleh 3 buah rumah dengan harga bervariasi dari Rp 400 ribu hingga Rp 1 juta. "Tidak ada paksaan sama sekali dan pembokaran itudisaksikan pemilik rumah. Kita terbuka saja, jangan sampai warga merasa dirugikan," tuturnya saat ditemui di Kedungbendo.
(gik/bal)











































