Kapolri: Ganti Senjata Api dengan Gas Air Mata
Senin, 18 Des 2006 12:17 WIB
Jakarta - Dari pada menggunakan senjata api (senpi) yang berbahaya, masyarakat sipil disarankan menggunakan gas air mata untuk membela diri. Senpi dinilai berisiko bagi penggunanya.Demikian disampaikan Kapolri Jenderal Sutanto usai peresmian 'Sekolah Lanjutan Perwira (Selapa) Knowledge Center' di Jl Ciputat Raya Nomor 40, Pasar Jumat, Jakarta Selatan, Senin (18/12/2006). Sutanto menyampaikan hal ini menyusul perintah penarikan senpi di masyarakat."Kalau kita membela diri gunakan saja gas air mata yang tidak menimbulkan dampak yang berlebihan bagi diri sendiri atau orang lain," saran Sutanto.Dijelaskannya, saat ini sudah terkumpul 4.000 senjata api yang dititipkan di kepolisian. Adapun mekanisme penarikan senpi tersebut, pada saat pemilik tersebut memperpanjang izin, pemilik diminta menyerahkannya kepada polisi."Ini kan dititipkan. Itu tetap milik mereka," tandas dia.Sutanto juga mengatakan saat ini masih banyak senjata api yang belum ditarik dari masyarakat. "Hanya beberapa yang kita tarik," katanya. Dia berpendapat, keberadaan senjata api memiliki risiko yang besar. "Senjata itu sebenarnya lebih banyak risiko yang kita hadapi ibarat memelihara anak harimau. Salah-salah bisa menerkam kita sendiri," pungkas dia.
(fjr/nrl)











































