Deposito Wakaf BSI Bantu Biaya Pendidikan Mahasiswa IPB yang Kurang Mampu

Hana Nushratu Uzma - detikNews
Senin, 26 Feb 2024 13:57 WIB
Foto: Dok. BSI
Jakarta -

PT Bank Syariah Indonesia Tbk., (BSI) dan Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) makin intensif menggarap program cash wakaf linked deposito. Program ini merupakan layanan keuangan inovatif untuk pendanaan beasiswa bagi mahasiswa IPB yang mengalami kesulitan ekonomi dalam menyelesaikan pendidikannya.

Direktur Sales and Distribution BSI Anton Sukarna menjelaskan kolaborasi BSI dan Himpunan Alumni IPB ini merupakan salah satu upaya memperkuat ekosistem ZISWAF (zakat, infak, sedekah, & wakaf) melalui inisiasi produk deposito wakaf, dan hal ini merupakan yang pertama di Indonesia. Anton menjelaskan bahwa produk BSI Deposito Wakaf Seri 01-Alumni IPB ini telah diluncurkan pada 23 November 2023.

"Melalui penguatan ekosistem ZISWAF dengan produk Deposito Wakaf ini, diharapkan dapat menyelesaikan masalah pendidikan di Indonesia," ujar Anton, dalam keterangan tertulis, Senin (26/2/2024).

Dalam acara tersebut tercatat produk BSI Deposito Wakaf Seri 01-Alumni IPB telah berhasil menghimpun komitmen penempatan dana lebih dari Rp 14 miliar.

"Kami akan terus menggelar acara dengan para alumni IPB hingga akhir Februari ini. Karena BSI berkomitmen membangun ekosistem ZISWAF di Indonesia," papar Anton.

"Kami menggabungkan prinsip keuangan komersial syariah dan keuangan sosial syariah, dan dalam pengelolaan dananya selalu berkonsultasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)," sambungnya.

Lebih jauh Anton menjelaskan melalui proyek ini diharapkan mahasiswa tidak ada lagi yang terjerat 'pinjaman online' (pinjol) dengan bunga selangit untuk keperluan pendidikannya. BSI pun, lanjut Anton, memiliki cita-cita mulia agar jangan sampai ada mahasiswa yang tidak mampu menyelesaikan pendidikannya akibat ketidakmampuan ekonomi.

Deposito wakaf ini menghimpun minimal penempatan sebesar Rp 1 juta dengan jangka waktu deposito selama satu tahun. Dana nasabah dari alumni IPB tersebut akan kembali utuh setahun kemudian dan hanya imbal hasilnya yang akan diberikan kepada mahasiswa IPB dalam bentuk beasiswa. Hal ini merupakan bagian dari komitmen kuat alumni IPB dalam mendukung keberlangsungan pendidikan di almamater mereka.

Anton pun menekankan program ini bukan sekadar proyek percontohan. Ke depan, program ini akan terus dikembangkan sehingga diharapkan dapat menjadi solusi nyata yang besar dan masif bagi masalah kemiskinan dan pendidikan di Indonesia.

"Kami berharap agar melalui kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi dan sektor informal, program ini dapat menjadi bagian dari solusi yang terintegrasi dalam memerangi kemiskinan," kata Anton.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor IPB University Arif Satria menyatakan universitas yang dipimpinnya selalu berkomitmen untuk membantu dan menyelesaikan masalah pendidikan mahasiswa yang kurang mampu, baik melalui instrumen deposito wakaf dengan BSI, maupun kerja sama dengan Yayasan Alumni Peduli IPB.




(akn/ega)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork