Motor Cross Akibatkan Jemuran Kotor, Warga Protes

Motor Cross Akibatkan Jemuran Kotor, Warga Protes

- detikNews
Kamis, 14 Des 2006 12:14 WIB
Tangerang - Siapa sih yang tidak gondok saat pakaian yang dijemur di halaman rumahnya kotor, berselimut debu? Warga pun protes atas kegiatan motor cross yang menyebabkan debu-debu beterbangan mengotori pakaian mereka. Kegiatan motor cross ini digelar di area perumahan Villa Bukit Raya, Pondok Cabe Udik, Tangerang. Perumahan ini terletak di seberang Bandara Pondok Cabe. Areal yang digunakan untuk kegiatan 'geber-geber' gas motor ini seluas 4 hektar. Kegiatan ini sudah berlangsung sejak awal 2006 lalu. Warga yang memprotes kegiatan motor cross dan off road ini adalah warga RW 02 Kelurahan Pondok Cabe Udik, Tangerang. Mereka tinggal bersebelahan dengan kompleks Villa Bukit Raya. Mereka telah melayangkan surat protes secara resmi kepada developer Villa Bukit Raya yang memberikan izin kegiatan ini. Surat protes warga juga ditujukan kepada kelurahan, kecamatan, dan Polsek. Sayangnya, protes warga itu sepertinya tidak ditindaklanjuti oleh pihak-pihak yang dikirimi surat protes itu. Buktinya, hingga saat ini, Kamis (14/12/2006), kegiatan ini masih tetap berlangsung. Warga menginginkan kegiatan motor cross itu dihentikan dengan berbagai alasan. Pertama, motor cross itu menimbulkan suara bising yang sangat menggangu. Suara bising itu datang deru knalpot motor yang sedang digeber-geber oleh penunggangnya. Kedua, motor cross itu mengakibatkan debu beterbangan ke mana-mana. Pakaian-pakaian bersih yang dijemur di sekitar rumah mereka jadi ternoda oleh debu-debu itu. Bahkan, debu ini juga masuk ke dalam rumah mereka. Perabotan dan barang-barang mereka di dalam rumah jadi pebuh debu. Debu ini juga mengotori tanaman-tanaman dan mengganggu pengelolaan ternak. Aksi protes ini dipelopori sejumlah pemuda yang mengamati keresahan warga yang semakin menjadi-jadi selama enam bulan terakhir. Lantas, para pemuda ini menyampaikan aspirasi tersebut kepada ketua RW setempat, agar dilakukan tindakan secara tertulis atas nama warga.Tuduhan bahwa motorncross merugikan lingkungan bukan tanpa alasan. Pemantauan detikcom, Kamis (14/12/2006) di lokasi, sirkuit ini memang sangat dekat dengan perumahan warga, hanya 50 hingga 100 meter dari pemukiman penduduk. Para penduduk hanya mempermasalahkan kegiatan motor cross. Sedangkan kegiatan off road yang juga berlangsung di sirkuit yang sama, menurut warga, tidak terlalu mengganggu sebagaimana kegiatan motor cross. Kegiatan off road dinilai tidak terlalu menyebabkan kebisingan dan tidak terlalu menimbulkan pencemaran udara. "Ya silakan off road tetap berjalan, tapi motor cross harus berhenti," kata Wahab Sumi, selaku Ketua RW 02 yang juga mewakili pendapat pihak Kelurahan Pondok Cabe Udik. Pengelola Motor Cross Bingung PT Mahakam Nusa Energi (MNE), selaku pengelola motor cross, mengaku bingung atas protes warga. "Saya bingung, mengapa atas protes ini. Kegiatan ini kan sudah berlangsung sejak Januari 2006. Kok sekarang baru ada protes," kata Mochamad Ridwan dari MNE saat ditemui detikcom. Namun salah satu tokoh pemuda setempat yang memelopori gerakan protes ini, Imam Syafi'i, mengatakan bahwa protes ini merupakan hasil keluhan secara akumulatif selama beberapa bulan. "Awalnya warga hanya kesal masing-masing. Sekarang kami bersatu dan ingin agar kegiatan tersebut berhenti," ujar lelaki pengelola tambak ikan ini. (asy/nrl)


Berita Terkait