Jumlah Perempuan Banyak Bukan Alasan Tepat Poligami

Jumlah Perempuan Banyak Bukan Alasan Tepat Poligami

- detikNews
Sabtu, 09 Des 2006 12:29 WIB
Jakarta - Populasi perempuan yang lebih banyak ketimbang laki-laki sering dijadikan alasan untuk poligami. Kenyataannya jumlah perempuan yang lebih banyak adalah perempuan lanjut usia (lansia) dibanding laki-laki lansia. Staf ahli Kementrian Pemberdayaan Perempuan Zaitunah Subhan mengatakan, tidak tepat kalau alasan berpoligami karena populasi laki-laki dan perempuan tidak seimbang. Berdasarkan data Kementrian Pemberdayaan Perempuan terungkap jumlah laki-laki dan perempuan seimbang untuk usia yang sama. Namun terjadi perbedaan populasi untuk jumlah perempuan lansia yang memang lebih banyak daripada laki-laki lansia."Memang usia perempuan yang lansia jumahnya lebih banyak dibanding laki-laki yang lansia, sehingga kalau alasannya tidak seimbang harusnya yang dinikahi dalam poligami perempuan lansia bukan yang lebih muda," tegas Zaitun, dalam diskusi Trijaya, mengenai kontroversi poligami, di Plaza Semanggi, Jakarta, Sabtu (9/12/2006).Data tahun 2004 memperlihatkan jumlah laki-laki dan perempuan yang seusia seimbang. Sementara lansia perempuan lebih banyak 0,3 persen dibanding laki-laki lansia. Kondisi saat ini diperkirakan tidak jauh berbeda. Sementara mantan Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Amirsyah Tambunan mengatakan, kalau dalam konteks agama poligami memang dibolehkan dengan beragam syarat-syaratnya. Dia menilai revisi UU Perkawinan sebaiknya tidak dibuat terlalu ketat, karena UU yang sekarang sudah memadai. "Kalau ada yang melanggar pihak laki-laki berbohong sudah bisa dikenai pasal kebohongan didepan publik kedalam KUHP," kata Amirsyah. (ir/ir)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait