Gagal Panen, 1.000 Warga Maluku Terancam Kelaparan
Jumat, 08 Des 2006 08:59 WIB
Ambon - Sedikitnya 1.000 kepala keluarga (KK) pada dua kecamatan di Maluku Tenggara Barat (MTB) kini terancam kelaparan. Warga kecamatan Lakor dan Moa ini mengalami gagal panen sejak Oktober 2006. "Lahan pertanian warga di dua kecamatan itu diserang hama belalang dan ulat," ujar Sekretaris Daerah Maluku Said Assagaf kepada detikcom, di kantor Gubernur Maluku, Jl Raya Pattimura, Ambon, Jumat (8/12/2006).Mengantisipasi hal ini, pemerintah provinsi dan kabupaten mengirim 30 ton beras ke desa itu sejak empat hari lalu. Sementara itu, Wakil Gubernur Maluku Muhammad Abdullah Latuconsina menyatakan, pihaknya sudah memerintahkan dinas sosial, dolog dan disperindag, PU, Bappeda dan pertanian segera mengambil langkah penanganan cepat. "Kami sudah perintahkan semua instansi terkait segera lakukan antisipasi cepat," imbuh Latuconsina.Khususnya dinas pertanian, lanjutnya, meminta mengatasi serangan hama pada lahan pertanian warga. "Ini harus segera diatasi. Jika tidak akan memberikan dampak buruk bagi kehidupan warga di dua kecamatan itu," tandasnya.Warga Kecamatan Moa dan Lakor, keseharian hidupnya sebagai petani umbi-umbian, jagung dan coklat. Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi tentang korban akibat kelaparan yang mengancam dua kecamatan itu. "Kami belum dapat informasi, apakah ada korban atau tidak," tandas Said Assagaf.
(wiq/gah)











































