Langkah Mundur Yahya Zaini Tradisi Baru yang Harus Dihargai
Rabu, 06 Des 2006 12:09 WIB
Jakarta -
Bisa dimaklumi bila anggota DPR banyak yang menaruh simpati pada Yahya Zaini. Maklum, Yahya adalah kolega mereka.Langkah mundur Yahya Zaini dari pengurus DPP Partai Golkar dan pengurus Fraksi Partai Golkar di DPR juga harus dihargai. Itu merupakan tradisi baru dalam perpolitikan nasional."Siapa pun akan menyayangkan tindakan itu (video mesum-red), kita juga. Tetapi keberanian dia untuk mengundurkan diri atas alasan etik dan moral merupakan hal baru yang harus kita hargai," kata anggota DPR dari Golkar, Idrus Marham, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (5/12/2006).Menurut mantan Ketua Umum KNPI ini, banyak sekali para pejabat yang melanggar etik dan moral -- baik yang tidak terbukti maupun yang sudah terbukti -- enggan mengundurkan diri, padahal yang sudah dilakukan merusak citranya."Kasus seperti ini kan tidak seperti kali ini saja. Sebelumya ada kasus yang lain dan banyak pejabat yang lain. Tapi mereka tidak punya keberanian untuk mengundurkan diri," tambah Idrus seraya menyebutkan nama tokoh tertentu.
(nrl/fjr)










































