Rp 160 Miliar Untuk Perbaikan Rel KA di Sumsel
Selasa, 05 Des 2006 22:13 WIB
Palembang - Kecelakaan kereta api (KA) di Sumatra Selatan karena memburuknya rel, diperkirakan mulai teratasi pada 2008. Sebab melalui APBN 2007, pemerintah telah menganggarkan biaya perbaikan rel kereta api sebesar Rp 160 miliar.Perbaikan rel mencakup jalur rawan sepanjang 70 kilometer antara Tebingtinggi hingga Lubuklinggau. Di jalur inilah, sebuah kereta api anjlok beberapa waktu lalu sehingga menyebabkan 9 penumpang tewas.Menurut Kepala Dinas Perhubungan Sumsel, Sarimuda, saat dihubungi wartawan, Rabu (5/12/2006), dana Rp 160 miliar tersebut diprioritaskan untuk mengganti bantalan dengan rel. Sebab kini, bantalan rel masih berupa kayu tipe R 25 yang merupakan peninggalan Belanda."Pada pemasangan baru nanti akan dibuat bantalan beton R54 dengan kemampuan sampai 18 ton," kata Sarimuda.Ditambahkan dia, dengan peningkatan bantalan beton R 54, muatan sumbu terberat (MST) bisa ditingkatkan dari 11-13 ton menjadi 18 ton. "Kalau sudah meningkat, kereta api mencapai 50 ton bisa melintas bebas. Tidak ada masalah lagi."Pengerjaan rel ini akan dilakukan secepatnya. "Target kita, 2008 sudah memakai rel baru," imbuh Sarimuda.Terkait kondisi jalur kereta api rawan longsor, menurutnya, juga menjadiprioritas dalam pembangunan dana APBN 2007. Langkah antisipatif akan dilakukan agar kondisi longsor tidak terus mengganggu jalur kereta api."Kondisi daerah rawan longsor juga akan kita cek. Kalau lokasi longsornya bisadipertahankan akan kita pasang turap permanen. Tapi kalau tidak bisa, jalurnya kita geser. Dua altenatif ini yang akan kita ambil dengan penanganan secara teknis atau dengan menggeser lokasi," bebernya.Diungkapkan dia, titik longsor terdapat di sepanjang Lahat hingga Lubuk Linggau sepanjang sekitar 66 km. Kondisi itu menyegerakan untuk diperbaiki, sebab sering terjadi anjlok karena rel sudah tua dan aus."Belum lagi daerah itu sering dilewati kereta api babaranjang (batu bara rangkaian panjang) dengan muatan rata-rata 50 ton setiap gerbong," imbuh Sarimuda.Kini proses pengerjaan jalur kereta api Simpang-Unsri ditargetkan selesai pada Desember tahun ini. Pada 2007 rencananya akan dibangun jembatan stasiun dan penyeberangan dengan dana sebesar Rp 6 miliar termasuk melalui APBD."Karena relnya selesai lebih awal, pengoperasian kereta kita menggunakan diesel.Nantinya akan kita kombinasi dengan jaringan listrik sekitar 4,3 km. Konsep jangka panjang, kita akan buat beberapa stasiun di masing-masing lokasi. Jadi di mana saja masyarakat akan naik akan lebih mudah dan lebih dekat," terangnya.
(tw/nvt)











































