Rincian Dana Seleksi Calon Hakim Agung Dipertanyakan
Rabu, 29 Nov 2006 11:35 WIB
Jakarta - Seleksi 6 calon hakim agung yang menelan dana Rp 2,6 miliar dinilai terlalu besar. Sejumlah anggota Komisi III DPR menagih Komisi Yudisial (KY) membeberkan rinciannya."Rincian anggarannya berapa? Di catatan ini tidak ada. Tolong disusulkan," pinta anggota Komisi III dari FPDIP Panda Nababan dalam rapat kerja Komisi III DPR dengan Komisi Yudisial di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (29/11/2006).Nursjahbani Katjasungkana dari FKB juga mempertanyakan hal yang sama."Apa tidak terlalu besar, itu kan calon hakim agungnya banyak. Apa tidak bisa diefektifkan dan diefisiensikan," ujar Nursjahbani.Menanggapi hal itu, Sekjen KY Muzayyin Mahbub langsung membeberkan alokasi penggunaan dana seleksi calon hakim agung.Menurut dia, total anggaran seleksi calon hakim agung tahap pertama sebesar Rp 2,641 miliar. "Tidak seperti yang diberitakan hanya Rp 2,3 miliar karena ada beberapa yang belum dibayar," kata Muzayyin.Dijelaskan dia, dana terbesar dipakai untuk tes kesehatan Rp 939 juta. "Ini terbesar karena tesnya sama dengan tes kesehatan calon presiden," cetusnya.Pemasangan iklan di media sebesar Rp 813 juta, konsultan sebesar Rp 191 juta. Tim pakar Rp 135 juta, honorarium tim penguji Rp 195 juta dan kunjungan ke daerah Rp 79 juta.
(aan/sss)











































