PT DI Serahkan 3 Pesawat ke TNI
Rabu, 29 Nov 2006 10:24 WIB
Bandung - PT Dirgantara Indonesia serahkan tiga produk pesawat terbangnya untuk TNI Angkatan Udara dan TNI Angkatan Laut. Pesawat tersebut merupakan pesanan yang terlambat diserahkan selama lima tahun.Ketiga pesawat terbang itu diserahkan melalui Departemen Pertahanan, yaitu satu unit pesawat jenis NC 212-200 untuk patroli maritim TNI AL, satu jenis CN 235-220 troot transport untuk TNI AU, serta satu unit helikopter Super Puma NSA-330 untuk TNI AU. Pesawat-pesawat tersebut seharusnya sudah diterima Dephan dan TNI pada tahun 2001 lalu. Penyerahan sendiri dilakukan melalui penandatanganan serah terima yang dilakukan Plt Direktur Utama PT DI M Muchajan dengan Dirjen Sarana Pertahanan Dephan Marsekal Muda Slamet Prihatino di hanggar PT DI, Jl Pajajaran, Bandung, Jawa Barat, Rabu (29/11/2006)."Keterlambatan penyerahan pesawat ini disebabkan kendala dana, karena kontraknya tahun 1996, kurs rupiah yang saat itu bergejolak, serta adanya pergantian manajemen membuat ini terlambat," kata Muchajan. Dijelaskan Muchajan, pesawat patroli NC 212-200 merupakan pesawat yang kedua yang digunakan TNI AL. Satu jenis lainnya telah diserahkan pada tahun 2002 lalu. Keunggulan pesawat tersebut terletak pada peralatan terbangnya, yakni peralatan komunikasi, navigasi dan misi yang mengunakan teknologi digital. Termasuk dilengkapi kamera infrared, untuk pencitraan di malam hari dengan jarak 15 kilometer. "Jadi kalau pesawat ini terbang di atas kota Bandung, peralatan yang di pesawat mampu mengintai pesawat yang melintas di laut Jawa," aku Muchajan.Sementara, Slamet Prihatino menjelaskan, pembelian pesaat ke PT DI merupakan komitmen pemerintah dalam pembinaan produksi industri dalam negeri. Pada tahun mendatang, pemerintah akan memesan lagi, namun jumlah dan nilai nominalnya belum bisa diungkapkan sekarang.
(zal/ana)











































