Kapal Ditemukan, 4 Nelayan Masih Hilang di Selat Malaka
Senin, 27 Nov 2006 18:07 WIB
Pekanbaru - Kapal nelayan kelompok jaring Rawai Bengkalis ditemukan mengapung di tengah laut Selat Malaka. Namun 4 nelayan yang membawa kapal tersebut belum ditemukan.Kapolres Bengkalis, Riau, AKBP Edi Setio Budi mengungkapkan hal itu saat dihubungi detikcom, Senin (27/11/2006).Dituturkan dia, kapal nelayan berukuran lebar 1 meter dengan panjang tak lebih dari 8 meter itu mengapung di antara perairan Tanjung Jati dan Selat Moro, di kawasan Selat Malaka."Kapal nelayan ditemukan kapal tangker Heng-Heng Star dua hari lalu ketika kapal tersebut akan menuju ke pelabuhan Dumai. Awak kapal pernah membaca di media bahwa ada kapal yang hilang. Karena itu mereka menarik kapal tersebut dan diserahkan ke pihak kepolisian," kata Edi.Ketika kapal ini ditemukan mengapung, awak kapal tangker tidak menemukan satu orang pun di dalam kapal tersebut. Malah kondisi kapal mengalami kerusakan di bagian dinding, serta bagian atap kecil sebagai tempat berteduh nelayan juga mengalami kerusakan."Kepastian bahwa kapal ini merupakan milik keempat nelayan yang hilang itu dari pengakuan warga Desa Bantan. Sedangkan isi di dalam kapal hanya menyisakan jaring untuk menangkap ikan," kata Kapolres.Sejauh ini pihak kepolisian belum dapat memastikan penyebab hilangnya keempat nelayan dari kelompok jaring rawai asal Desa Bantan Air, Kecamtan Bantan, Bengkalis. Pihak kepolisian juga belum berani berspekulasi jika keempat nelayan ini sengaja dihilangkan di tengah laut karena adanya konflik sesama nelayan."Kita belum berani mengutarakan adanya indikasi unsur kesengajaan atas hilangnya empat nelayan tersebut. Sebab bukti-bukti mengarah adanya indikasi kesengajaan belum ada. Sebab bisa saja kapal itu tertabrak kapal lainnya di tengah laut, atau dihempas gelombang," kata Kapolres.Keempat nelayan berangkat melaut sejak Jumat 17 November 2006. Dua hari setelahnya, kapal dan nelayan tidak pernah kembali. Dengan ditemukannya jaring tersebut, diperkirakan keempat nelayan belum sempat menangkap ikan."Kita masih menurunkan tim untuk mencari nelayan tersebut. Karena pencarian ini sudah berlangsung dua pekan, kemungkinan kita akan mengevaluasi kembali untuk menentukan masih dilanjutkan apa tidak pencarian keempat nelayan tersebut," kata Kapolres.Sementara warga Desa Bantan khawatir hilangnya rekan mereka tersebut masih terkait kasus konflik sesama nelayan. Selama ini, nelayan jaring rawai pernah terlibat konflik dengan nelayan jaring batu yang dituding menangkap ikan menggunakan pukat harimau. Konflik ini sudah berjalan lebih dari 20 tahun silam. Pemerintah Bengkalis belum menemukan solusi untuk menghindari pertikaian antarkelompok nelayan.
(cha/sss)











































