Anak Tewas Dilempar Batu oleh Guru, Ortu Sesalkan Sikap Sekolah
Senin, 27 Nov 2006 14:14 WIB
Makassar -
Kematian Nur Ikbal Caraka, siswa SMU 1 Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, menyesakkan dada kedua orangtuanya. Ditambah lagi sikap sekolah yang dianggap lepas tangan.Andul Rasyid (45), ayah Ikbal, menyesali tindakan yang dilakukan Sukardi, guru olahraga yang telah melempar anaknya dengan batu hingga menemui ajal."Apalagi pihak sekolah kesannya tidak terlalu peduli saat anak saya luka akibat lemparan batu gurunya," sesal Rasyid saat ditemui di rumahnya, BTN Tamarungang Blok I Nomor IV, Jalan Poros Malino, Kabupaten Gowa, Sulsel, Senin (27/11/2006).Sikap masa bodo sekolah tempat anak sulungnya menuntut ilmu itu terbukti saat Ikbal terluka, yang membawanya ke Rumah Sakit Kalongtata justru teman sekelasnya, Takdir Alamsyah.Padahal saat itu Takdir tidak membawa uang sepeserpun untuk perawatan Ikbal yang kepala bagian kiri atasnya terus mengucurkan darah. Saat Takdir menelepon pihak sekolah bahwa dia membutuhkan biaya untuk mengobati Ikbal, pihak sekolah hanya mengutus murid lain untuk mengirimkan uang kepada Takdir, bukannya mengutus seorang guru."Bahkan dari keterangan Ikbal sebelum meninggal, saat kena lemparan dari gurunya, gurunya itu duduk saja dan tidak peduli," ujar Rasyid.Sukardi malah melanjutkan mengetes siswi putri memasukkan bola basket ke dalam ring. "Guru tidak nyamperin dia meski tahu kepalanya mengucurkan darah," sesal Rasyid.Karena itu, Rasyid yang bekerja sebagai wiraswasta itu meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus ini. "Karena tidak masuk akal ketika batu dilemparkan ke atas dan mengenai anak saya. Saya tidak percaya kalau kepala sekolah mengatakan bahwa Pak Sukardi melempar batu ke atas, tidak mungkin sekeras itu," tuturnya.Kepala Ikbal kemudian diketahui tidak hanya sekadar bocor, tapi retak di tengkorak bagian kiri atas. Untuk menutup lukanya, kepala Ikbal sempat dijahit sebanyak 3 jahitan.Penyesalan yang sama juga disampaikan Ny Anita, ibunda Ikbal. Anita yang bekerja sebagai guru SD Butta Didi menyayangkan sikap Sukardi yang ringan tangan."Bagaimana pun juga guru tidak diperbolehkan melempar barang kepada murid-muridnya," tegas Anita.Ikbal terkena lemparan batu gurunya pada 23 November 2006. Dia menghembuskan nafas terakhir pada 26 November setelah sebelumnya muntah-muntah dan dirawat di RS Bhayangkara.
(umi/sss)










































