Dendam Perpanjang Konflik Poso

Kapolri:

Dendam Perpanjang Konflik Poso

- detikNews
Senin, 27 Nov 2006 11:59 WIB
Jakarta - Tidak mudah menyelesaikan konflik di Poso, Sulsel. Meski berbagai upaya terus dilakukan, konflik tetap berlarut. Salah satu penyulutnya antara lain masih adanya sisa dendam dari sekelompok kecil masyarakat akibat konflik massal yang sebelumnya terjadi.Hal itu disampaikan Kapolri Jenderal Pol Sutanto dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (27/11/2006).Faktor lain adalah karena masih beredarnya senjata api ilegal, baik standar maupun rakitan, serta kemampuan masyarakat merakit bahan peledak."Itu merupakan faktor potensial bagi timbulnya teror dalam bentuk penembakan misterius atau teror bom," ungkap Kapolri.Situasi Poso, imbuh Kapolri, kini semakin kondusif. Namun beberapa waktu sempat memanas akibat eksekusi mati Tibo cs, antara lain dengan kejadian penyanderaan dan pembunuhan 2 pedagang ikan dari Masamba oleh sekelompok orang yang berasal dari Kecamatan Taripa. Dengan penyelesaian lewat pendekatan persuasif oleh tokoh masyarakat, akhirnya 17 pelaku menyerahkan diri.Peristiwa lainnya adalah penembakan Pendeta Irianto Kongkoli pada 16 Oktober 2006 dan kasus pengerusakan dan penyerangan Polmas Tanah Runtuh pada 22 Oktober 2006 oleh warga.Dari hasil pengembangan yang dilakukan Polri kepada tersangka, terungkap 29 tersangka yang masih DPO. Sampai saat ini, aparat terus melakukan upaya persuasif, meski ada satu tersangka yang menyerahkan diri, yakni Andi Bocor.Kapolri juga membantah adanya SMS gelap yang menyatakan ada 4 perwira tinggi (pati) Mabes Polri yang beragama nasrani yang ikut terlibat dalam aksi penyerangan di Poso. "Itu tidak benar," tandas dia. (umi/sss)



Berita Terkait