RS Kariadi Semarang Sukses Cangkok Hati Balita

RS Kariadi Semarang Sukses Cangkok Hati Balita

- detikNews
Jumat, 24 Nov 2006 14:29 WIB
Semarang - Setelah menjalani operasi dan sempat sakit di tengah proses perawatan, pasien cangkok hati, Ulung Hara Utama (1 tahun 3 bulan), diizinkan pulang. Operasi cangkok hati pertama di Indonesia ini pun dinilai sukses.Balita tersebut menjalani operasi cangkok hati di RS Kariadi Semarang pada 1 Oktober 2006 silam. Sebetulnya, awal November lalu, dia diizinkan pulang, namun karena ada sedikit gangguan fungsi tubuh Ulung, tim medis membatalkannya.Akhirnya baru hari ini, Jumat (24/11/2006), Ulung diizinkan pulang. Untuk merayakan kesuksesan operasi cangkok hati, pihak RS Kariadi Semarang menggelar 'seremoni' kecil-kecilan di ruang PICU. Sejumlah dokter, perawat, dan kalangan yang membantu proses operasi memberi hadiah kepada balita tersebut.Prosesi penyerahan Ulung dari tim medis kepada orangtua juga dibuat sedemikian rupa, sehingga terkesan agak sakral. Selama prosesi acara, Ulung tak menunjukkan gelagat apa-apa. Ia diam dalam gendongan perawat maupun ibunya dengan mulut ditutup masker putih.Dalam sambutannya, ayah Ulung, Didik mengaku sangat terharu karena banyaknya kalangan yang membantu operasi anaknya. Beberapa kali, ia hampir menangis. "Sungguh, semua tak terbayangkan. Sulit dijelaskan dengan kata-kata. Terima kasih dan syukur pada Tuhan, semua telah berhasil," kata warga Puspowarno II/30 Semarang ini. Ulung dioperasi karena diketahui menderita Atresia bilaris atau gangguan hati. Tim medis RS Kariadi Semarang melakukan operasi yang dikenal dengan transplantasi hati dengan mengangkat hati yang sakit dan menggantinya dengan hati sehat. Ketua Tim Cangkok Hati RS Dr Kariadi, dr Yulianto Suwardi menyatakan, pihaknya mengambil dan mencangkokkan 25 persen hati milik ibu kandung Ulung. Dalam 25 persen hati itu terkandung saluran arteri, saluran vena, dan saluran empedu. Dalam waktu sebulan atau dua bulan, fungsi hatinya kembali normal.Pascaoperasi, tim medis akan terus memantau kondisi Ulung. Bahkan sepanjang hidup, Ulung diharuskan minum obat dan kontrol kesehatan seperti tekanan darah, tekanan vena sentral, serta antisipasi berbagai komplikasi seperti trombosis arteri hepatica, trombosis vena porta, komplikasi traktus bilaris, infeksi, dan reaksi penolakan atau rejeksi.Total biaya operasi transplatasi hati adalah Rp 500 juta, lebih murah dibanding di Singapura yang sebesar Rp 1 miliar hingga Rp 1,5 miliar. Karena dana pemerintah belum cair, biaya sebesar itu ditanggung bersama. Operasi tersebut dibantu dokter konsultan National University Hospital, Singapura. Di negeri tetangga tersebut, RS ini telah melakukan transplantasi hati pada 107 kasus sejak 1990-2005. (try/asy)


Berita Terkait